Cari

Ini Dia Daftar 14 Tersangka Kerusuhan Pilkada Taput Yang Diamankan Polda Sumut

Posted 23-07-2018 14:30  » Team Tobatabo
Foto Caption: Kantor Panwas Taput dipenuhi batu setelah aksi demo pendukung cabup kalah

Polda Sumut telah menetapkan 14 orang tersangka terkait kerusuhan yang terjadi di kantor Panwaslih Tapanuli Utara yang terjadi pada Senin (17/7/2018).

Hal ini dibenarkan Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara (Sumut) AKBP MP Nainggolan.

loading...

Ia membenarkan saat ini ke 14 tersangka itu sudah ditahan di Polda Sumut.

"Dari sebelumnya 17 orang yang diamankan, saat ini telah ditetapkan sebanyak 14 orang jadi tersangka. Mereka kini telah ditahan di Polda," ungkapnya, Minggu (22/7/2018).

MP Nainggolan menyatakan, ke 14 tersangka tersebut, masing-masing

  1. Viktor Gultom (28) warga Desa Lumban Holbung Kecamatan Pahae Jae
  2. Biliher Hutabarat (60) warga Desa Hapoltahan Kecamatan Tarutung
  3. Teddy Simanungkalit (46) warga Desa Simanungkalit Kecamatan Sipoholon
  4. Samuel Sipahutar (22) warga Desa Silangkitang, Sipoholon
  5. Christian Ritonga (18) warga Desa Simorangkir Habinsaran Kecamatan Siatas Barita
  6. Timbul Hutabarat (57) warga Desa Lumban Siagian Kecamatan Siatas Barita
  7. Tolkas Hutahuruk (42) warga Desa Siraja oloan Kecamatan Tarutung
  8. Diego Maradona Simorangkir (19) warga Desa Enda Portibi Kecamatan Siatas Barita
  9. Thompson Hutabarat (52) warga Partali Julu
  10. Lamhot Purba (47) warga Kecamatan Pagarang
  11. Parlaungan Hutabarat (58) warga Hutaborat Kecamatan Tarutung
  12. Rudi Tulus Panggabean (46) warga Desa Lumban Siagian Julu Kecamatan Siatas Barita
  13. Joel Parningotan Harahap (19) warga Kecamatan Hutagalung
  14. Bangkit Tambunan (31) warga Dusun Bonan Dolok Desa Selamat Kecamatan Purbatua, Taput

"Jadi ada 3 orang yang dipulangkan karena tidak terbukti bersalah. Ketiganya yakni, Supriadi Hutabarat, Robet Hutabarat, dan Josua Matondang,"kata pria dengan melati dua dipundaknya ini.

Saat ini, lanjut MP Nainggolan ke 14 tersangka sedang dilakukan pemeriksaan, guna dilakukan penanganan lebih lanjut.

Seperti yang diketahui, aksi unjukrasa yang berujung bentrokan pasca Pilkada Taput pada Senin (17/7/2018) lalu, kepolisian berhasil mengamankan sebanyak 17 orang yang dituding sebagai provokator.

Kapolres Taput, AKBP Horas M Silaen mengatakan, untuk mencegah serangan massa ke Polres Taput, ke-17 orang tersebut selanjutnya diamankan ke Polres Tobasa.

Horas menerangkan, unjukrasa yang berujung bentrokan ini terjadi lantaran adanya pesan di media sosial (medsos) yang menyebut kemenangan salah satu Paslon pada pemilihan bupati (pilbub) Taput.

"Sehingga salah satu pendukung Paslon, melakukan unjukrasa meminta kejujuran dan keadilan. Dalam tuntutan mereka, seharusnya Bawaslu provinsi yang mengumumkan hasil gugatan pilkada bukannya dari Facebook. Inilah kemudian yang menjadi kemarahan pendukung Paslon," katanya.

Setidaknya kata dia, massa mulai melakukan unjukrasa pada Kamis, Jumat, Sabtu dan puncaknya terjadi pada Senin kemarin. Pada hari puncaknya itu, jelasnya, massa yang berunjukrasa terjadi pada 3 titik tertentu.

"Pada puncaknya itu ada 3 titik unjukrasa yang terjadi. Yang paling parah terjadi di Jalan Balige di mana massa melakukan pelemparan ke kantor panwasli dan melempari aparat," terangnya.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah