Cari
 Opini
 Diposting 17-09-2018 16:00

Minimnya Krisis Kepedulian Sosial di Batubara Hari Ini

Foto Caption: Ilustrasi tabrakan motor

Tanjung Tiram, Batubara - Seorang ibu dengan mulut berdarah tergopoh-gopoh mengejar anak ABG yang mendorong motornya yang mati akibat menabrak ibu tersebut.

Berlari sejauh 1 km sambil kepayahan berteriak minta tolong, dan semua orang hanya memandang, tidak mau tahu karena malas terlibat perkara itu.

Paling parah, masyarakat sekitar turut membantu menyembunyikan motor tersebut supaya tidak ditemukan sebagai bukti kriminal. Terpuji sekali mereka. Membantu menyembunyikan barang bukti kriminal adalah tidak kriminal sesungguhnya.

Bapak pelaku yang terlalu cinta harga diri dan sayang anaknya si tukang mabuk, turut bertingkah menyembunyikan aibnya. Bertingkah lebih liar dari korban tabrak lari yang lengannya terpelintir dan bibirnya sobek akibat kelalaian anaknya. Menimpakan kesalahan kepada seorang ibu yang meringgis kesakitan di saat anaknya belum sadar sepenuhnya dari mabuk setelah meneguk tuak.

Akhir kata sang Ibu harus minta tolong bantuan mama Liona yang notabene hanya seorang Bidan untuk menuntaskan perkara ini. Menelepon minta tolong yang jauhnya hampir 10 km karena tiadanya pertolongan dari orang-orang yang suci di Batubara.

Dilain pihak, kesombongan manusia-manusia sok suci dan merasa lebih agamais ini, lebih memilih buta dengan seorang ibu yang babak belur ditabrak si tukang mabuk. Mereka lebih sibuk menghitung amal dan citra saat menyumbangkan setiap sen uangnya di mimbar rumah ibadah.

Bukan sekali dua kali aku mengalami ketidak pedulian manusia di Batubara, di mana suara doa yang lebih lantang dibandingkan kepedulian masyarakatnya.

Bobrok dan memalukan. Batubara, di mana jumlah rumah ibadah dengan menara megah lebih dominan dibandingkan jumlah manusia yang manusiawi.

Sedangkan, negara-negara maju saja lebih ramah dan peduli dalam menolong orang yang kesusahan. Justru keramahan manusia negara berkembang dan religius hanya omong kosong belaka. Itu terbukti dengan survey kepedulian sosial, Indonesia no 3 paling bobrok!

Oleh Ondo Alfry Simanjuntak
CEO TobaITLabs
Founder Tobatabo.com

Tags
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah