Warga Tapteng Korban Lion Air: Ayolah Mak, Kita Tengok Bapak

Posted 01-11-2018 17:12  » Team Tobatabo
Foto Caption: Keluarga korban JT 610 menangis setelah menerima kabar kecelakaan pesawat Lion Air

TAPTENG – Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10) pagi, membawa duka bagi keluarga Lumbantoruan, warga Gang Saroha, Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng).

Sejak mendapat informasi jatuhnya pesawat Lion Air itu, keluarga ini mengetahui bahwa salah seorang anggota keluarganya diduga menjadi penumpang di pesawat tersebut atas nama Rudi Sihombing (39) atau Rudi Lumbantoruan yang hendak menuju Bangka Blitung tempatnya bekerja.

“Awalnya tahu dari (berita,red) TV, kemudian kita cek, kita telepon adik yang di Jakarta, tapi belum dapat info. Cuma pesawat yang berangkat saja kita dapat informasinya. Sempat delay katanya, abang itu dari Jakarta mau ke Bangka Blitung,” ucap Eddi Lumbantoruan (36) adik kandung dari Rudi Lumbantoruan kepada NEW TAPANULI di kediaman orang tuanya di Gang Saroha, Kelurahan Lubuk Tukko.

Sejak mendapat informasi itu, Eddi menjelaskan bahwa keluarganya juga telah berupaya menghubungi nomor kontak (handphone) Rudi, namun hingga saat ini belum berhasil tersambung. “Sudah kita telepon tapi nggak aktif,” ucapnya dengan wajah sedih mengingat musibah yang menimpa abangnya itu.

Dijelaskannya, terakhir ia bertemu dengan Rudi pada Minggu (28/10) lalu, sewaktu Rudi pulang kampung untuk bertemu Istrinya atas nama Dewi Manik (38) dan kedua anaknya, masing-masing Quinsah Lumbantoruan yang masi duduk di bangku kelas 3 SD dan adiknya Unggul Lumbantoruan.

“Anaknya dua orang, sepasanglah, yang paling besar perempuan masih kelas 3 SD. Memang biasa abang itu pulang, setiap 3 bulan sekali pulang ke sini. Baru hari Minggu kemarin brangkat dari sini (Bandara FL Tobing menuju Medan, dilanjut ke Jakarta untuk langsung ke Bangka Blitung),” tutur Eddi.

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI