Dua Bulan Nganggur, Supir Truk Ditemukan Tergantung di Pohon Melinjo

Posted 22-01-2019 16:59  » Team Tobatabo
Foto Caption: Suratno (37) tergantung di pohon

Diduga alami tekanan psikis dan depresi lalu mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Sesosok mayat pria dengan posisi tergantung di pohon melinjo, Minggu (20/1) sekitar pukul 10.30 WIB bikin geger warga di Huta II Kampung Gunung, Nagori Bandar Jawa, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Kejadian tersebuit pertama sekali diketahui Juwita Rahayu( 13) warga Jalan Nenas, Huta II Kampung Gunung, Nagori Bandar Jawa, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Awalnya ia ditanyai oleh Suparmi (61) neneknya yang sedang menyapu halaman belakang rumahnya. Terkait adanya sepasang sandal jepit di bawah pohon melinjo pun melihat keatas pohon melinjo, ternyata ada orang di atas pohon tersebut.

Suparmi memanggil Juwita Rahayu untuk melihat siapa orang di atas pohon melinjo. Juwita pun melihat keatas pohon. Seketika itu ia menjetit dan terkejut karena melihat sosok mayat pria tergantung.

Pria yang ditemukan sudah tewas itu Suratno (37) warga Jln Nenas, Huta II Kampung Gunung Nagori Bandar Jawa Kec.Bandar Kab.Simalungun

Peristiwa tersebut pun segera dilaporkan kePolsek Perdagangan. Personil Polsek Perdagangan pun segera ke TKP dan melakukan pemeriksaan.

Menurut keterangan dari keluarga dan masyarakat, korban mengalami depresi. Selama ini orban bekerja sabagai supir truk, namun sudah dua bulan terakhir ia tidak bekerja lagi.
Setelah tak lagi bekerja belakangan hari Suratno sering melamun dan berdiam diri.

Hasil dari keterangan Medis ( Bidan desa ) pada saat dilakukan Visum Luar, di tubuh Suratno ditemukan bekas ikatan kain seprai. Kelamin korban mengeluarkan sperma bercampur dengan darah, serta tidak ditemukan adanya bekas pemukalan atau penganiyaan.

Keluarga korban selanjutnya membuat surat pernyataan agar korban tidak dilakukan autopsi kerena keluarga korban mengetahui korban meninggal dunia dengan cara gantung diri.(pol/vay)

Dikutip dari Newscorner.id
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI