Cari

Sensasi Makan Malam di Kapal Bersama Farah Quinn

Posted 22-08-2012 12:03  » Team Tobatabo
Langit Bali pada sebuah malam Minggu pada awal Juni silam terlihat bersih tanpa awan. Tak ada bulan yang memamerkan sinar keperakan, tetapi taburan bintang yang terhampar menunjukkan bahwa cuaca cukup bersahabat untuk kami yang akan menggelar acara makan malam di luar ruang. Angin yang cukup dingin berembus pelan di sela gelapnya malam. Kami tiba di kawasan Pelabuhan Benoa sekitar pukul 18.30 WITA, lalu menunggu tamu istimewa kami Farah Quinn. Ya, koki cantik itu memang akan menemani acara makan malam ini. Mengenakan gaun panjang berwarna merah, pembawa acara “Ala Chef” di sebuah televisi swasta itu tampak berkilau. Sekitar pukul 19.00 WITA, kami mulai masuk ke kapal berukuran sedang yang akan jadi tempat makan malam. Tak lama kemudian, kapal berukuran tak lebih dari 15x6 meter itu beringsut meninggalkan dermaga Benoa. Tiga orang pemain musik memainkan gitar dan perkusi. Mereka menyanyikan lagu-lagu pop lawas yang menghanyutkan. Membuat kami melupakan cuaca panas yang menaungi Bali sejak siang. Satu demi satu menu makan malam disajikan. Selama makan, Farah Quinn terlihat akrab ngobrol. Di sela-sela obrolan, Farah Quinn menyisipkan pengetahuan mengenai tata cara di atas meja makan alias table manner. “Di sini ada banyak sendok, garpu dan pisau. Kita mulai dengan menggunakan alat makan yang diletakkan paling luar,” kata Farah. Farah yang mengenyam pendidikan kuliner di Amerika Serikat juga menunjukkan perbedaan cara orang Eropa/Amerika menyajikan makanan yang dikeluarkan bertahap mulai dari makanan pembuka, makanan utama dan penutup. Ini berbeda dengan orang Indonesia di mana seluruh makanan langsung disajikan di atas meja. Meski suasana di sekitar perairan Benoa agak gelap sehingga tidak banyak yang bisa dilihat, beberapa kapal pesiar berukuran kecil yang sesekali hilir-mudik mengangkut penumpang di sekitar kapal kami menciptakan pemandangan yang hangat dan menyenangkan. Sementara di udara, beberapa kali pesawat terbang yang baru lepas landas dari Bandara Ngurah Rai mewarnai langit. Setelah acara makan dan berbincang-bincang selesai, kami tidak langsung merapat kembali ke dermaga. Masih dengan iringan musik hidup yang mengalun pelan, Farah dan para pemenang menari bersama. Suasana santai dan menyenangkan itu masih terasa hingga kapal kembali ke daratan dan acara berakhir. (Jika Anda bosan dengan restoran yang biasa-biasa saja di Bali, atau sudah terlalu sering makan di restoran seafood di tepi pantai, mungkin suatu saat Anda harus mencoba makan malam di atas kapal yang berlayar mengitari pelabuhan Benoa. Kapal ini bisa disewa seharga Rp 18 juta untuk 10 jam.) CATATAN: Yahoo! Indonesia diundang oleh PT Telkomsel untuk mengikuti acara makan malam ini dalam rangka kuis “Party Like a B0.5S”. Sumber

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah