Lagu-Lagu Daerah yang Menggambarkan Tentang Medan dan Orang Batak

Posted 29-10-2015 17:56  » Team Tobatabo

Disaat berjalan ditepi trotoar yang ramai akan kendaraan lalu lalang, berteduh di bawah pohon sejenak melepaskan diri dari panasnya terik matahari, sayup-sayup terdengar alunan musik pop dari angkot Medan yang melintas. Tanpa sadar mampu membuat saya sedikit bergoyang mengikuti alunannya.

Apalagi lagu ber-alunan nada ceria, lagu-lagu bercorak kedaerahan selalu membuat kita terlena, menambah kecintaan atas daerah. Apalagi orang-orang dari daerah Medan sangat terkenal dalam dunia seni musik. Orang dari Sumatera Utara pada umumnya sangat berjiwa seni, terutama dalam dunia tarik suara. Hal ini bisa dibuktikan dari tulisan sebelumnnya yang pada Umumnya orang Batak sebagai suku Mayoritas di Sumatera Utara sangat populer dalam dunia tarik suara (baca: Alasan Orang Batak Paling Jago Menyanyi)

Dibawah ini Tobatabo.com akan coba memberi contoh-contoh Lagu yang menggambarkan Medan dan Orang Batak:

1. Anak Medan - Trio Lamtama.

Lagu dari Trio Lamtama ini sangat melekat di telinga pendengar musik Batak. Kesetiaan pada teman (sahabat), berjuang dengan keras di tanah perantauan,susah atau senang selalu bergembira .Lagu 'Anak Medan' cocok menjadi lagu andalan orang 'Batak' di perantauan. Bisa dilihat dari Lirik berikut :

"Anak Medan, Anak Medan, Anak medan, do au Kawan (Anak Medan-Anak Medannya, Aku Kawan)

Modal Pergaulan boi do mangolu au (modal pergaulan, aku bisa hidup)

Tarlobi di penampilan main cantik do au kawan (terlebih dalam hal penampilan 'main cantik', saya kawan)

sonang manang susah happy do di au (Senang atau susah, aku happy saja) "

Namun bukan berarti orang batak menjadi kelompok yang ekslusif serta menindas orang lain. Ini bukan ciri orang batak. Kalaupun ada orang Batak yang berbuat demikian, itu adalah tindakan yang berasal dari dirinya sendiri bukan dari sukunya. Sebab orang batak sendiri memiliki norma-norma dan adatnya sendiri dalam kehidupan bersosial.

2. Pulo Samosir - Marsada band.

Sebuah lagu dari sekumpulan pria Batak bernama Marsada band ini, menceritakan orang Batak yang bangga tinggal di Pulau Samosir dan memiliki identitas Batak. Bisa dilihat pada lirik berikut ini :

Molo marujungma muse ngolukku sai ingotma/Anggo bangkeku disi tanomonmu/Disi udeanku, sarihonma."

yang artinya :

" Bila hidupku sudah berakhir, ingatlah/Makamkanlah jasadku di sana/Sediakanlah kuburanku di sana

3. O Tano Batak - Victor Hutabarat.

Banyak penyanyi batak yang mempopulerkan lagu ini dengan berbagai macam versi. Tapi yang saya sukai versi dari Victor Hutabarat, bukan hanya suaranya yang berkarakter tetapi juga cara ia membawakan lagu yang sangat menyentuh hati.

Syair lagu ini sendiri disajikan untuk mengingatkan kita akan kampung halaman (bona pasogit/bona ni pinasa) di Tano Batak, tanah leluhur kita, tanah asal muasal Suku Batak (Bangso Batak). Dinyanyikan sebagai pelepas rindu kita akan tanah batak (pasombu sihol) . Lirik lagunya seperti berikut ini:


" O Tano Batak haholonganku,

sai namasihol do au mulak tu ho.

Ndang olo modom, ndang nok matangku.

Sai namalungun do au, sai naeng tu ho "

yang artinya :

" O tanah batak
Tanah kesayanganku
Selalu ku rindukan
Aku sama kau (kita) saling merindu

Tidak mau tidur aku mengenang kau
Tidak mau terpejam mataku
Selalu rindu kepadamu
Selalu mau datang ke tempatmu "

4. Manduda Bayon - Reni Siregar.

Lagu dari Reni Siregar ini artinya dalem banget, cocok untuk yang lagi kasmaran. Secara lagunya romantis ala orang sumatera utara, yang pujiannya rada malu2. Secara umum sisi dibalik suara yang keras dan tampang yang juga keras, masih lumayan bisa merangkaikan kata2 cinta yang indah tapi nanggung. haha.

Berikut Cuplikannya;

" Las do holongmi
Tu au ito songon bontarni bajumi
Ndang na hasuhatan
Burjumi lagumi tu au ito
Ikkon ho nama ito, Ikkon ho do hasian
Lao helani da inangi "

yang artinya :

" Bersihnya hati mu kasih kepada ku
seperti putihnya baju mu
tak terkira kebaikan mu pada ku
hanya namamu, kaulah sayangku
menantu untuk ibu ku "

5. Boru Panggoaran - Charles Simbolon.

Boru panggoaran itu dalam masyarakat Batak artinya anak pertama yang berjenis kelamin perempuan, yang namanya digunakan sebagai nama panggilan orang tuanya, contohnya mamanya Rina kalo nama anaknya Rina. Lagu ini sebenarnya mengungkapkan harapan orangtua pada anak perempuannya, yang diharapkan akan menjadi penjaga mereka ketika usia menua dan tubuh sudah merapuh.

Lirik lagunya seperti berikut ini:

" Ai ho do boru ku, boru panggoaran ki.
Sai sahat ma dalan ni ngolu mi.
Ai ho do boru ku, boru panggoaran ki.
Sai sahat ma da na di rohami.

Burju-burju maho, na mar singkola i.
Asa dapot ho, na si nita ni roha mi "

yang artinya :

" kamu anakku, anak yang membesarkan namaku.
di berkatilah hidupmu

baik baiklah kau bersekolah.
biar dapat yang kamu inginkan dan cita-citakan "

6. Siantar Men - Trio Silopak.

Lagu ini menceritakan anak siantar yang selalu setia akan cinta dan penuh dengan tanggung jawab. Lagu ini juga bercerita banyaknya anak muda sukses dalam karir dari Pematang Siantar. Lagu ini menceritakan sisi lain anak siantar yang kerap dianggap sebagai preman dan berandalan di perantauan.  Ayo anak siantar jangan kalah. Horas!!!

Ise songon au, sude do mananda ahu
Sian kota Medan sahat tu Siantar
Porsea, laguboti, Balige, nang Tarutung

Di si do kota parmeaman ki
Jakarta dalan-dalanki di pulo Batam bisnis hi
Sai ganup tonkkin do ahu tu luar kota

Sabar majo ho ito napaimahon au
Sotung di dokkon ho au nalupa
Maklum ma joho ito, sibuk dope au ito

Unang didok ho ginjang rohangku
Dang boi dope tarbahen au tibu lao mandapothon ho
Sotug curiga ho ito dahasian

Siantar man siantar man, anak Siantar do au ito
Molo bicara tentang cinta pos roham setia do au
Siantar man Siantar man, anak Siantar do au ito
Rela berkorban demi cinta dang olo au mengingkar janji

Info Penulis: Elizabeth Sitanggang

Deskripsi:
Seorang Karyawan swasta di salah satu kantor property di Tangerang selatan. Suka Makan ikan dan Membaca komik.

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI