Pemakaman 3 Korban Kebakaran, Peluk Foto Istri di Depan Liang Lahat

Posted 10-03-2017 11:04  » Team Tobatabo
Foto Caption: Prosesi pemberangkatan Jenazah Korban kebakaran Togu Marpaung dengan upacara secara Kepolisian, Kamis (9/3)

Siantar - Halashon Sitohang tak banyak meratap lagi. Begitu sampai di lokasi pemakaman di Huta Buttu Atas, ia hanya memeluk foto istrinya, Seba br Marpaung yang menjadi korban kebakaran.

Kamis (9/3) sekira pukul 18.00 WIB, iring-iringan pengantar jenazah tiba di Huta Buttu Atas. Satu per satu peti jenazah dikeluarkan dari ambulans. Begitu juga keluarga yang ikut mengantar jenazah, berjalan perlahan menuju tambak.

Halashon yang saat itu bersama anaknya Daniel, terlihat langsung duduk di dekat liang lahat sang istri. Ia terus menerus memegangi dan memeluk foto, Seba br Marpaung.

Halashon begitu terpukul dengan peristiwa yang merenggut nyawa istri dan kedua mertuanya tersebut.

Walaupun beberapa keluarga mencoba menghibur sambil membantunya berdiri, Halashon tetap saja duduk. Ia seakan melamun dan terus memandangi liang lahat istrinya yang berada di luar tambak keluarga Marpaung.

Sebelumnya acara pemakaman di Buttu Atas, Nagori Simpang Raya, itu langsung dipimpin Kapolsek Sidamanik AKP Raidin  Siregar sebagai inspektur dan Kapolsek Dolok Pardamean AKP MT Aritonang sebagai perwira upacara.

Puluhan personel polisi dari Polres Siantar dan Simalungun, serta personel Brimob Subden 2B Pematangsiantar ikut mengantar jenazah keluarga purnawirawan Brimob ini.

Setelah melaksanakan upacara yang disertai tembakan salvo, peti jenazah Togu dan istrinya dimasukkan ke dalam tugu keluarga Marpaung. Sementara Seba dimakamkan di samping tugu.

Sekira satu jam sebelumnya, jenazah ketiga warga Jalan Serumpun Bawah, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara ini, dilepas dari depan Gereja HKI di Jalan KS Tubun. Saat itu upacara pemberangkatan yang dilakukan personel Polres Pematangsiantar hanya dilakukan terhadap jenazah Togu Marpaung.

Peti jenazah Togu terlebih dulu diangkat dari dalam menuju halaman gereja. Usai upacara yang dipimpin Kompol K Manurung, peti jenazah dimasukkan ke mobil ambulans. Setelah itu menyusul jenazah istrinya Elfrida Butarbutar dan putrinya Seba Hasima Rohana br Marpaung yang diangkat dari dalam gereja ke mobil ambulans.

Sebelum pemberangkatan ketiga jenazah, rangkaian adat Batak Toba dilaksanakan. Namun, prosesnya tidak berjalan keseluruhan. Hal itu telah disepakati keluarga, mengingat penyebab kepergian mereka untuk selamanya tidak lazim. Sepanjang acara adat, anak dan tiga putrinya terlihat tak henti-hentinya menangis.

Sementara Halashon Sitohang, suami dari Seba Marpaung, sempat berusaha menahan air matanya dengan menggigit kain berwarna merah.

Kemarin, anak-anak korban dan menantunya sudah tidak banyak mengeluarkan kata-kata saat menangis di depan ketiga jenazah. Mereka kebanyakan hanya tertunduk lesu. Rasa lelah begitu jelas terlukis pada raut wajah meraka. Namun saat iring-iringan tiga mobil ambulans yang diikuti beberapa mobil lainnya melewati rumah yang terbakar, tiba-tiba tangisan pecah. Salah seorang keluarga yang menangis itu adalah Babang, anak korban. Suara babang dari dalam mobil sempat memecah suasana, sehingga tidak sedikit warga yang berada di pinggir jalan, turut meneteskan air mata.

Sebelumnya, ungkapan rasa duka disampaikan sanak famili dan para sahabat. Sejumlah pesan disampaikan untuk menguatkan mereka, supaya tidak terlelap dalam kesedihan. Kematian ketiga korban, peristiwa naas yang tidak diinginkan manusia. Namun, di balik semua rencana manusia, Tuhanlah yang berkendak.

“Kami berharap agar anak-anak yang ditinggalkan bisa tabah. Mari pikirkan kedepan dan kenanglah peristiwa ini untuk menguatkan diri menuju yang lebih baik. Kematian satu-satunya yang tidak dapat kita hindari. Ambilah hikmat dari peristiwa ini, tetapi Tuhanlah yang menguatkan,” kata pelayat dari serikat tolong-menolong kampung itu.

Secara khusus, beberapa pelayat menyampaikan kepada Yohannes atau Babang Marpaung untuk menjadi ayah (dalam konteks adat batak toba-red) bagi saudara-saudaranya.

Apa yang disampaikan sahabat dan sanak famili tersebut, disambut baik pihak keluarga. Mereka juga meminta doa agar anak-anak dan menantu yang ditinggalkan tabah dan mendapat penghiburan dari Tuhan.

“Kami juga sangat berterimakasih kepada seluruh yang hadir. Harapan kami adalah, doa dari yang hadir untuk anak-anak ini, khususnya bagi Maria Marpaung (anak perempuan korban,red) supaya cepat bertemu dengan pasangannya. Demikian juga dengan Daniel Sitohang dan ayahnya untuk dapat meraih harapan mereka,” kata marga Simangunsong selaku penatua adat mewakili keluarga almarhum.

Dikutip dari Metrosiantar
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI