Cari

Pagit-pagit Kuliner Ekstrim Dari Usus Sapi Khas Batak Karo

Posted 14-05-2017 19:58  » Team Tobatabo
Foto Caption: Kuliner Khas Batak Karo, Pagit-pagit.

Pernahkah Dongans Tobatabo makan jeroan? Bagaimana rasanya? Terkadang makanan dari jenis jeroan memang masih meninggalkan bau yang tak sedap.

Nah, bagaimana dengan makanan yang bahannya dari isi usus sapi? Mungkin ini adalah masakan yang hanya satu-satunya ada di Indonesia, bahkan di dunia.

loading...

Suku Karo dari Sumatera Utara mengolah isi usus sapi ini menjadi masakan khas bernama pagit-pagit atau trites.

Bahan utama dari trites ini yaitu makanan dari sapi atau kerbau yang berada di bagian usus besar. Jadi bisa Dongans Tobatabo bayangkan apa saja isinya? Ya benar, tentu makanan sapi seperti rerumputan dan berbagai jenis tumbuhan yang telah dimamah dalam mulut sapi.

Jika di daerah lain mungkin bahan tersebut sudah dibuang, namun di daerah Suku Karo isian usus ini dijadikan makanan kembali.

Meski makanan sapi ini telah hancur, namun pakan ini belum dicerna secara penuh oleh sapi dan belum bisa disebut sebagai kotoran.

Bukan rumput itu yang dimasak ke dalam pagit-pagit ini, tapi hanya air dari perasan rumputnya saja yang nantinya dijadikan sebagai kaldu.

Pakan dari isi usus tersebut dipisahkan ke dalam wadah lain saat kerbau dipotong. Meskipun pada awalnya kaldu trites ini berasa amis, namun susu segar dan kulit pohon cingkam menjadi campuran utama untuk mengurangi bau tidak sedap dari trites ini.

Sesuai dengan namanya pagit-pagit yang berarti pahit, rasa dari masakan ini memang seperti itu, pahit. Tapi makanan ini dipercaya orang-orang Karo dapat menambah nafsu makan, mengobati sakit maag, dan memperlancar perncernaan seseorang.

Faktanya, rerumputan yang ada di dalam usus besar sapi ini sudah diurai secara alami sehingga selulosa berubah menjadi karbohidrat-glukosa yang memang bernutrisi tinggi.

Meskipun rasanya pahit, ternyata olahan isian usus sapi ini menjadi makanan yang utama untuk orang yang dihormati. Bahkan trites ini disajikan dalam pesta adat seperti merdang merdem (pesta tahunan), syukuran panen, pesta pernikahan dan acara syukuran lainnya. Sekilas mungkin menjijikan namun rasanya patut dicoba.

Dongans Tobatabo tidak perlu khawatir, meskipun berbahan dasar isi usus sapi, makanan ini dicampur dengan bahan lain, daging, tulang, dan kikil, daun singkong, dan rimbang.

Bahkan untuk bumbunya sendiri memang cukup khas dan dijamin akan mengurangi bau dari isian usus sapi tersebut.

loading...

Rasanya pun tidak akan mengecewakan, karena hanya orang yang benar-benar ahli memasak di Suku Karo yang bisa memasaknya.

Dikutip dari coklatkita.com
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah