Cari

Presiden Jokowi Marumpasa Dan Manjalo Tua Ni Gondang Saat Resmikan Bandara Silangit

Posted 25-11-2017 11:52  » Team Tobatabo
Foto Caption: Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Bupati Tapanuli Utara Nixon Nababan (kiri), Menteri BUMN Rini Sumarno (ketiga kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah), Menko bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan (kelima kanan), Menteri Pariwisata Arief Yahya (keempat kanan), Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kedua kanan), dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi (keenam kanan)

Sejumlah hal unik dilakukan Presiden Jokowi di Bandara Silangit saat meresmikan Bandara Internasional Silangit, Siborong-borong, Tapanuli Utara, Jumat (24/11/2017).

Mulai dari berbahasa Batak hingga ditertawakan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

Presiden yang berbicara dalam bahasa Batak di depan terminal bandara langsung disambut tepuk tangan riuh dari para hadirin.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi mengatakan, kehadiran Bandara Silangit diharapkan mampu menjadi gerbang "Marsipature Huta Na Be" (gerbang memperbaiki kampung halaman orang Batak) untuk kemakmuran bagi suku-suku Batak.

Apalagi, Danau Toba menyimpan sejarah bumi dan kekayaan seni budaya suku-suku di Tano Batak.

"Bukka ma pittu, bukka ma harbangan. Ai nungga rade labuan ni hopal habang internasional," ucap mantan Wali Kota Solo itu, dan spontan disambut tepuk tangan.

Jokowi semakin mencuri perhatian para tamu saat melanjutkan petuah Batak tanpa diterjemahkan.

Terdengar Jokowi menyebutkan, "Pidong na habang, pasarma barita on tu luat portibi," ucapnya lagi.

Peribahasa (umpasa) tersebut berarti agar burung-burung yang terbang memberitahukan kabar baik ke seluruh penjuru dunia tentang kabar baik di Tanah Batak.

Presiden Jokowi juga memerintahkan agar Bandara Internasional Silangit diperbesar meski sudah diresmikan. Dia meminta agar run way bandara diperpanjang.

Dari 2.650 meter menjadi 3.000 meter, dan paling lambat tahun 2020 pesawat paling besar sudah harus bisa mendarat di Silangit.

Berbeda dari peresmian jalan tol atau pelabuhan sebagaimana biasanya. Presmian kali ini Jokowi menabuh tagading (Gondang Batak).

RI 1 ini tidak sendiri, dia didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur Sumut Tengku Erri Nurady.

Jokowi saat itu tampak mengenakan kemeja putih dan celana hitam itu selanjutya menabuh tagading (alat musik batak khas Batak). Dia berharap agar seluruh pengguna bandara selalu dalam keadaan sehat sejahtera.

Saat Jokowi meminta (mamitta gondang), Luhut Binsar Panjaitan tampak menertawainya.

Luhut sempat terdiam sebelum Jokowi mebuh gondang.

Namun, seketika Jokowi menyebutkan pantun Batak berbunyi "Amang pargocci nami na malo, baen hamu ma jo gondang na rade tu son. Horas tondi madingin pir tondi matogu, mauliate," sebutnya lagi dan disambut teriakan horas oleh tetamu.

Luhut pun terpingkal.

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah