Cari

Kawasan Dolok Tolong Cocok Jadi Pusat Kepariwisataan

Posted 27-11-2012 12:55  » Team Tobatabo

Berdasarkan latar belakang sejarah dan legenda, kawasan “Dolok Tolong” di Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatra Utara, dinilai cocok untuk dijadikan pusat kepariwisataan setempat.

“Jika ditinjau dari berbagai aspek, potensi besar yang dimiliki dolok (bukit) itu merupakan alasan cukup tepat, apalagi dikaitkan dengan pendekatan aksesbilitas budaya maupun sebagai wisata pendidikan dan wisata alam,” ujar Ketua Forum Peduli Pembangunan Kecamatan Tampahan, Sahala Simanjuntak di Balige, Sabtu.

Dikatakannya, salah satu faktor penyebab terhambatnya proses pembangunan kepariwisataan di daerah berpenduduk 217 ribu jiwa itu, karena tidak terpenuhinya data akurat yang terinci secara fisik dan nonfisik, untuk disuguhkan kepada investor, yang bisa mereka olah menjadi suatu sistem investasi bernilai jula tinggi.

Restra Dinas Pariwisata Tobasa dari 2011-2015, menurut Sahala, sama sekali tidak memperlihatkan standard pembangunan kepariwisataan yang mengacu kepada iklim investasi.

Seharusnya, kata dia, program pembangunan pariwisata di Tobasa perlu mengacu kepada hal-hal yang bersifat inovatif.

Ia menyebutkan, panorama alam pada tempat yang berada 1.200 meter di atas permukaan laut itu, cukup tepat dijadikan sebagai pusat wisata pendidikan melalui tatanan kehidupan masyarakatnya yang menyuguhkan nilai kehidupan diikat etika dan estetika yang masih sangat kental dengan budaya adat.

Menurut dia, ekonomi kreatifitas juga akan berkembang, sejalan dengan berfungsinya lokasi tersebut sebagai relaksasi psikologis melalui berbagai kegiatan seni atraktif khas mendukung kegiatan kepariwisataan berupa pameran maupun apresiasi.

Tentunya, kata Sahala, kegiatan aktraktif kesenian itu mampu memberikan kontribusi berarti untuk menambah pendapatan asli daerah, termasuk melalui peningkatan pajak dari sektor industri kerajinan maupun retribusi pendapatan lainnya.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Tobasa, Robert Pardede menyebutkan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya untuk memajukan industri pariwisata di daerah tersebut.

Namun, menurutnya, capaian yang dihasilkan belum maksimal, akibat berbagai hal, karena semuanya membutuhkan proses agar hasilnya bisa seperti yang diharapkan.

“Butuh perencanaan matang untuk mewujudkan kemajuan pengembangan pariwsata di daerah Tobasa, dan pencapaian hasilnya tidak segampang membalikkan telapak tangan,” katanya.

Robert Pardede menambahkan, Kabupaten Tobasa termasuk salah satu “Pilot Project” di antara tujuh Kabupaten lainnya dalam kawasan danau Toba, yang diproyeksikan untuk pengembangan industri pariwisata di Sumatera Utara.

Sumber ANTARA sumut

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah