Cari

Satu dari Tujuh Korban Longsor di Nias Selatan Ditemukan

Posted 12-11-2018 14:49  » Team Tobatabo
Foto Caption: Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu saat meninjau lokasi longsor di Desa Sukamajumohili, Dusun II, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Minggu (11/11/2018). Longsor ini mengakibatkan tujuh orang sekeluarga tertimbun. Satu orang dievakuasi meninggal dunia.

MEDAN - Personel Polsek Gomo dibantu personel Polres Nisel beserta anggota Koramil Gomo terus melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) terjadinya longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan (Nisel).

"Dari tujuh korban longsor, baru satu ditemukan dalam posisi meninggal dunia, Kristofen Hulu (4)," kata Kapolres Nisel AKBP Faisal Napitupulu saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Minggu (11/11/2018).

Ia mengatakan ada tujuh korban akibat bencana longsor yang melanda Desa Sukamaju Mohili, Dusun II, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan pada Sabtu (10/11/2018) sekitar pukul 08.45 WIB.

Adapun nama enam korban yang belum ditemukan masing-masing Arustina Laia Ina Elsa (33), Dalman Hulu (7), Setiamas Hulu Ina Putri (30), Rei Jaya Hulu (3), Putri Hulu (5), Noverman Hulu (2).

"Satu korban yang sudah ditemukan yaitu Kristofen Hulu (4). Dan mereka semua keluarga," ujarnya.

Ia mengaku sampai saat ini pihaknya terus melakukan pencarian enam korban yang belum ditemukan. "Dari tujuh, baru satu korban yang ditemukan. Kita mohon doanya untuk menemukan korban lainnya," ujarnya.

Saat ini, sambungnya, proses evakuasi masih terus dilakukan. Dikatakannya, pihaknya terkendala dalam pencarian korban karena Medan yang sulit.

"Apalagi sekarang musim hujan, jalanan yang terjal jadi licin. Dan kita sudah kordinasi dengan pihak BPBD untuk segera mungkin menurunkan alat berat," katanya.

Dikatakan pria dengan dua melati dipundaknya ini, lokasi desa yang terkena longsor ini berada di lereng pegunungan persis di perbatasan Kecamatan Mazo dan Kecamatan Gomo.

"Upaya pencarian masih dilakukan masih dilakukan secara manual maka dari itu kita minta bantuan dari BPBD Nias,"katanya.

"Kondisi cuaca di lokasi sangat tidak mendukung. Tidak mungkin kita lakukan pencarian malam hari," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Basarnas, BPBD, TNI, polisi dan warga masih berupaya mencari enam korban lainnya.

Informasi dihimpun, kejadian ini berlangsung sekitar pukul 08.45 WIB, Sabtu (10/11/2018). Hujan deras terus menerus yang melanda Kepulauan Nias beberapa minggu terakhir ditengarai sebagai penyebab terjadinya musibah ini.

"Lokasi desa ini terletak di lereng pegunungan, perbatasan Kecamatan Mazo dan Kecamatan Gomo," kata Kepala BPBD Nias Selatan Tandamböwö Lase, Minggu (11/11/2018).

Upaya pencarian yang dilakukan pun masih secara manual. Saat dikonfirmasi sekitar pukul 18.00 WIB, Koordinator Pos SAR Nias Tonggor Gultom mengatakan timnya sudah mundur dari lokasi dan akan melanjutkan mencari esok pagi.

"Kondisi cuaca di lokasi sangat tidak mendukung. Tidak mungkin kita lakukan pencarian malam hari. Longsor susulan bisa saja terjadi sewaktu-waktu, karena hujan-hujan terus di sini," kata Tonggor.

Sementara itu, Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Ndruru mengatakan, pihaknya sudah memberangkatkan sejumlah alat berat ke lokasi bencana longsor dan mengevakuasi seratusan warga desa ke tempat aman.

"Mungkin besok pagi baru tiba alat beratnya," kata Sozanolo.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah