Cari

Saling Bantah Antara Ruhut dan Jansen Sitindaon Tentang Kader Demokrat Dipecat Akibat Dukung Jokowi-Ma'ruf

Posted 21-01-2019 14:37  » Team Tobatabo
Foto Caption: Jansen Sitindaon dan Ruhut Sitompul

Mantan anggota Partai Demokrat Ruhut Sitompul menanggapi kabar kader Partai Demokrat yang kembali berpindah haluan, mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Seperti dilansir Kompas, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis dikabarkan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dalam acara itu, Ruhut Sitompul awalnya mengklaim bahwa dirinya masih kader Demokrat, karena masih memiliki kartu anggota.

Pernyataan Ruhut ini pun disambut tawa oleh Jansen Sitindaon, Ketua DPP Partai Demokrat yang juga hadir sebagai narasumber.

"Ya sudah, anggap masih, tapi saya tidak bisa bilang Bang Ruhut menyeberang," sahut pembawa acara, Aiman.

"Dan kenapa yang menyeberangi itu di tempat-tempat Pak Jokowi kalah (2014)?," tanya Aiman.

Aiman lantas menyebutkan contoh kepala daerah (Demokrat) yang berpaling mendukung Jokowi.

Seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang pindah ke Golkar.

Jawa Barat, ada Deddy Mizwar, kemudian ada Gubernur Banten Wahidin Halim, yang juga pindah haluan mendukung Jokowi.

Menanggapi hal itu, Jansen Sitindaon mengatakan bahwa yang terkonfirmasi mendukung Jokowi adalah DPD Demokrat Papua.

"Pak Wahidin Halim tidak," kata Jansen.

"Dan kami juga sudah membantah itu, beliau tidak mendukung Jokowi," sambungnya.

Sementara itu, menanggapi fenomena pindah haluan ini, Ruhut Sitompul memberikan pujian.

"Itulah hebatnya kader-kader Demokrat, feeling politiknya selalu tepat, contohnya saya 2014, kan saya sudah terpilih jadi DPR, tapi tegas saya mohon izin kepada Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2014, saya mendukung Pak Joko Widodo," ungkapnya.

Ia pun menyebutkan sejumlah kepala daerah lain kader Demokrat yang alih dukungan yang mendukung Jokowi.

"Kalimantan Tengah ada beberapa, Sulawesi Utara," imbuh Ruhut.

Aiman lantas menanyakan apakah itu (yang alih dukungan) hanya kader biasa atau pimpinan DPD.

"Ketua Provinsi, tertawa aku termehek-mehek," jawab Ruhut sembari tertawa terpingkal-pingkal.

Ruhut lantas menyebutkan apabila ada kader Demokrat yang alih dukungan, pasti banyak yang meminta orangnya dipecat.

Namun, menurutnya orang yang alih dukungan tidak akan dipecat atau disanksi.

"Pecat-pecat itu aja mintanya, tapi aku tahu pak SBY, kalau tidak mundur, Tuan Guru Bajang sudah benar (mundur)," ujar Ruhut.

"Tapi kalau ennggak, ya enggak (dipecat)," sambungnya.

"Itu apa artinya Bang," tanya Aiman.

"Ya kalau aku lihat soal memimpin partai, memang pak SBY ini hatinya selembut salju kali," ucap Ruhut sembari tertawa.

Ia menambahkan, apabila diberi sanksi, yang kasihan adalah partainya, karena akan kehilangan 4 persen parlementary threshold.

Menanggapi omongan Ruhut, Jansen Sitindaon langsung membantah pernyataan Ruhut.

"Tidak benar itu semua," ujar Jansen.

Simak selengkapnya di bawah ini.

Jansen pun menyinggung soal tekanan-tekanan yang diberikan kubu Jokowi ke para kepala daerah.

Wali Kota Cirebon Dukung Jokowi

Diberitakan Tribunnews, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf di Hotel Verse, Cirebon pada Sabtu (19/1/2019).

Deklarasi ini dihadiri oleh Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Jawa Barat dan Kota Cirebon.

Meski demikian, Nasrudin menegaskan bahwa dukungan ini adalah dukungan pribadinya saja, bukan sebagai kepala daerah.

"Ini hak politik saya sebagai warga negara Indonesia untuk memilih salah satu capres-cawapres," kata Nasrudin Azis dalam sambutannya.

"Tekanan dan latah juga tidak ada sama sekali, murni kesadaran saya memilih mendukung Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," sambungnya.

Reaksi Demokrat

Mengutip dari Kompas TV, Demokrat menilai bahwa sikap politik Nasrudin bertentangan dengan siap politik partai.

Ketua DPP Herman Khaeron mengaku diutus Komandan Kogasma Demokrat Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY) untuk mencari tahu penyebab Wali Kota Nasrudin Azis yang mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Hasil penelusuran Herman, nantinya akan menjadi rekomendasi partai untuk menentukan sikap selanjutnya.

Sementara, Herman mengatakan pelanggaran Nasrudin adalah soal etika, karena diketahui Demokrat sudah mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Tanggapan Kubu Jokowi

Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengaku senang atas dukungan Nasrudin.

Menurutnya, dukungan ini membuktikan Jokowi tak pernah membedakan partai politik,

"Sebenarnya para kepala daerah mereka merasakan kepemimpinan Pak Jokowi. Sebagai presiden, (Jokowi) tidak pernah beda-bedakan parpol, beda-bedakan rakyatnya," ujar Hasto di kantor DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, Minggu (20/1/2019), dikutip dari Tribunnews.com.

Ia menyebut, dengan dukungan ini, kekuatan Jokowi-Ma'ruf di Jawa Barat akan meningkat.

"Jabar trennya meningkat karena sentuhan kepemimpinan pak Jokowi, terlebih bersama dengan Kiai Ma'ruf Amin," sambung Hasto.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah