Cari

Tokoh Pemuda Nias Minta Pelaku Pembunuh Pendeta Melinda Zidemi Dihukum Mati

Posted 29-03-2019 18:14  » Team Tobatabo
Foto Caption: Tokoh Pemuda Nias Minta Pelaku Pembunuh Pendeta Melinda Zidemi Dihukum Mati . Tokoh Pemuda Nias di Medan

SUMSEL -  Tokoh Pemuda Nias di Medan, Zaman Kerajaan Mendrofa meminta pihak kepolisian memberikan hukuman berat kepada pembunuhan yang disertai pemerkosaan yang menimpa Calon Pendeta (Vikaris) Melinda Zidemi asal Nisel di Kabupaten Oki, Sumsel.

"Ini merupakan perbuatan yang sangat keji dan biadab. Mohon kepada Polda Sumsel untuk secepatnya mengungkap kasus ini dan menghukum mati pelakunya," kata Zaman , Jumat (29/3/2019).

Zaman Mendrofa juga meminta seluruh masyarakat Nias yang ada di Sumsel untuk menahan diri dan membantu pihak kepolisian dalam mengungkapkan kasus ini.

"Saya berharap masyarakat Nias yang berada di Sumsel bersatu dan membantu kepolisian mengungkap kasus ini," ujarnya.

Menurutnya, pembinaan terhadap pendeta muda itu sudah terencana, dan merupakan orang terdekat dari korban.

"Diduga pembunuhan yang disertai pemerkosaan yang menimpa Melinda Zidomi dilakukan dengan terencana dan oleh orang yang dikenal almarhum," ujarnya.

Kemudian, dirinya meminta kepada kepolisan untuk mereka yang membuat status miring di media sosial agar segera diberikan ketegasan.

"Maka untuk mencegah tindakan emosional dari keluarga korban akibat status dan komentar yang tidak bersimpati bahkan cenderung bersyukur atas kejadian ini, diminta pihak kepolisian secepatnya menuntaskan kasus ini," ujarnya.

Motif Pembunuhan Melinda

Salah satu pelaku berinisial Nang mengakui perbuatannya dalam menghabisi nyawa Melinda Zidemi (24).

Motif asmara terpendam menjadi dasar dugaan kuat buruh pekerja sawit tersebut membunuh vikaris atau calon pendeta, di Sungai Baung, OKI, Sumsel.

 

Status WhatsApp Melinda Zidemi (24) terupdate terakhir kali pada 15 Maret atau 11 hari sebelum dirinya ditemukan meninggal dunia. Gambar diambil Rabu (27/3/2019). (SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL, KOLASE)

 

"Aku suka sama dia (korban), tapi nggak berani bilang. Waktu aku lihat dia keluar, aku ajak Hendri, jadi yang ngajak Hendri dari mes ya aku," kata Buruh di area perkebunan sawit tersebut.

Niat memperkosa korban muncul ketika pelaku Nang mengajak Hendri menghadang korban. Keduanya sempat menunggu korban di mess, namun karena korban tak kunjung pulang akhirnya Hen diajak ke kebun, untuk menghadang korban.

"Aku lihat si korban ini belum pulang ke mess nya. Aku ajak Hendri ke kebun sawit untuk menghadang. Tujuan awalnya itu mau bersenang-senang, memperkosa," jelas Nang sambil meringis menahan sakit, usai dilumpuhkan polisi.

Dengan menggunakan kain sebagai penutup wajah, kedua buruh menghadang pelaku dengan kayu balok, agar korban berhenti di TKP.

Melihat gelagat korban yang mau berputar arah, Hen dan Nang langsung menangkap kedua korban Melinda dan NA (9).

Foto postingan yang diketahui korban Melinda dan lokasi penemuan korban di wilayah Sungai Baung OKI (Kolase Sripoku.com)

Sesaat sebelum diperkosa Melinda sempat memberontak, dengan menggerakan tubuhnya dan berusaha teriak. Usaha Melinda sempat membuat gelagapan pelaku karena penutup wajahnya sempat terbuka oleh korban.

"Pas dibuka (busana) itu korban juga memberontak dan narik penutup wajah Hen," jelas Nang.

Motif Asmara Terpendam Jadi Dugaan Kuat Pembunuhan Melinda Calon Pendeta

Dua pelaku pembunuhan Melinda Zidemi (24) diketahui merupakan warga setempat, Kecamatan Air Sugihan, OKI.

Para pelaku merupakan buruh yang bekerja di area perkebunan Sawit PT PSM.

Dari informasi yang dihimpun kedua pelaku berinisial Hen dan Nang. Keduanya ditangkap oleh Tim gabungan setelah hasil pengumpulan bukti-bukti dari para saksi di TKP.

"Iya alhamdulilah belum sampai 48 jam tim dari Polda Sumsel, dan Polres OKI serta Polsek setempat sudah bisa menangkap pelaku dengan inisial Hen dan Nang. Besok akan dirilis setelah tersangka merapat ke Polda," jelasnya Jenderal bintang dua tersebut, Kamis (28/3).

Kepastian jika kedua pelaku merupakan buruh di area Perkebunan Sawit tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi.

Menurutnya dua orang pelaku tersebut sehari-hari bekerja di perusahaan tersebut.

"Dua pelaku berhasil diamankan oleh Tim gabungan Polres OKI dan Polda Sumsel. Keduanya berprofesi sebagai buruh di perkebunan sawit," jelas Kabid Humas Polda Sumsel.

Para pelaku tega menghabisi korbannya dengan mengikat tali serta mencekik korban hingga tewas.

Dari penyelidikan awal ditemukan bercak sperma, korban juga saat ditemukan kaki dan tangannya terikat kebelakang. Sedangkan baju yang digunakan tersingkap setengah.

Motif pembunuhan seorang calon pendeta yang sedang proses mengabdi di daerah tersebut sebelumnya menjadi atensi Polda Sumsel.

Sementara, Kapolres OKI Donny Eka Saputra saat dimintai keterangan penangkapan pelaku mengatakan, jika pelaku ditangkap di Kecamatan Air Sugihan.

"Benar ditangkap di Air Sugihan beberapa waktu lalu. Pelaku sedang dilengkapi berkasnya baru dibawa ke Polda Sumsel," jelasnya.

Penangkapan para pelaku pembunuhan sudah berlangsung sejak Rabu (28/3/2019). Namun Donny enggan membeberkan lebih jauh kapan dan bagaimana waktu ditangkapnya para pelaku.

"Sebetulanya pelaku sudah diamankan dari kemarin. Cuma kita masih mencari bukti-bukti. Mereka gak mengaku, tapi masyarakat melihat motor milik pelaku di TKP. Dugaan ada kebencian apa biar besok saja diungkap Kapolda," jelasnya.

Diungkapkan sebelumnya, hingga hari kedua perkembangan kasus tersebut Tim gabungan telah memeriksa tempat-tempat dan 5 orang saksi yang bersinggungan dengan korban sebelum dihadang oleh para pelaku.

"Kita melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi baru, ada lima orang di sekitar TKP. Semuanya sudah kita periksa, ada warga yang rumahnya berdekatan dengan TKP di sana," ujar Supriadi.

Bahkan menurutnya, salah satu saksi ada yang sempat mengobrol dengan korban sebelum kejadian juga diperiksa untuk mendapatkan keterangan terbaru dari kasus tersebut.

Sebelumnya, Polda Sumsel telah menerjunkan Tim K9 anjing pelacak dan unit Jatanras untuk membantu melakukan pemeriksaan ulang TKP kejadian.

Dikutip dari TribunNews
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah