Cari

Usai Lempar Gelas, Anggota Dewan Nisel Baku Hantam di Ruang Sidang

Posted 01-11-2015 11:19  » Team Tobatabo

Baku hantam antara anggota dewan terjadi dalam ruang rapat kampus STKIP/STIE Nias Selatan di Telukdalam, Nisel, Rabu (28/10/2015).

Aksi ini terekam video dan diunggah ke pemilik akun Facebook Konstan Tachi sehingga menjadi viral di jagat dunia media sosial.

Akibat baku hantam itu punggung tangan Ketua DPRD Sidi Adil Harita mengeluarkan darah karena terkena pecahan kaca gelas yang berada diatas meja sidangnya.

Hingga kini video yang berdurasi 2 menit 29 detik itu diberi judul"Kebenaran yg sesungguhnya adalah video ini. Silahkan saksikan dan luruskan informasi anda" sudah ditonton sebanyak 4 ribu kali, 136 like, 63 komentar, dan 148 shere.

Awalnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Nisel dilakukan bersama Dinas Pendidikan dan mahasiswa STIE berjalan lancar guna membahas aspirasi mahasiswa terkait kutipan di kampus.

Namun di tengah rapat terlihat seperti yang direkam dalam video seorang anggota dewan yang kemudian diketahui bernama Aris A Dachi melakukan interupsi kepada pimpinan rapat yang saat itu dipegang oleh Wakil Ketua DPRD Nisel Budieli Laia.

Ketika itu rapat sedang berlangsung yang merupakan domain Komisi A membidangi pendidikan, Aris Dachi merupakan anggota Komisi B meminta izin mengutarakan pendapat yang memang diperbolehkan secara aturan.

Pimpinan rapat Budieli mengatakan masih memberi waktu kepada Kadis Pendidikan Dra Magdalena Bago MM dan Pemilik Yayasan STIE Nisel Fambowo Laia.

Aris kembali memberi isyarat untuk menyampaikan pendapat namun pimpinan rapat yang duduk bersebelahan dengan Ketua DPRD Sidi Adil Harita tidak kunjung memberi kesempatan.

Interupsinya tak ditanggapi oleh pimpinan rapat saat itu yang langsung menjawab, "tidak bisa."

Aris kemudian terlihat melemparkan gelas berisi air minum ke ke arah pimpinan rapat yang berjarak sekitar 5 meter di hadapannya.

Aksi itu kemudian dibalas kembali oleh Sidi dengan lemparan juga.

Gelas pecah mengenai lantai. Pada saat itu Ketua Sidi Adil mengaku terkena pecahan gelas dan mengalami luka kecil di punggung tangannya.

"Hei, main lempar kau ya. Mau main lempar ya. Pak polisi tangkap dia," teriak Sidi saat itu.

Ia juga terpancing amarah terlihat berlari mendekati Aris dengan gestur hendak memberikan perlawanan dengan melayangkan pukulan yang langsung ditanggapi Aris.

Namun pukulan itu tidak sampai menemui sasaran karena ajudannya langsung melerai.

Sementara pimpinan rapat Budieli mengatakan langkah yang dilakukannya tidak salah. Dalam suasana riuh rapat bubar.

Sementara Aris terus berceloteh dengan mengatakan rapat tersebut ilegal namun tidak memberi alasan ketika diperjelas maksud ucapannya.

Ia berkata rapat itu dikondisikan dengan tujuan menekan Pemkab Nisel.

Sumber Tribun Medan

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah