Cari

Anggota Polisi Kembali Diserang di Padangsidempuan, Kali Ini Pengendara Tabrakkan Dirinya ke Petugas

Posted 13-07-2017 11:52  » Team Tobatabo
Foto Caption: Dua motor ringsek | Tribunnews.com

Aksi tabrak diri seseorang dengan Polantas di Padang Sidempuan, Sumatera Utara

Kejadian tersebut membuat anggota lantas mengalami luka di paha kiri dan celananya robek, Selasa (11/6/2017)

Kejadian bermula, saat anggota Lantas Polres Padang Sidempuan, Brigadir Petrus Jaya Zebua, melakukan pengaturan lalu lintas yang merupakan giat rutin di Jalan Merdeka Simpang Tugu Salak, pada pukul 07.00 WIB.

Saat itu kondisi jalan masih cukup lengang atau tidak ramai kendaraan.

Tiba-tiba, Brigadir Petrus Jaya Zebua melihat seorang laki laki yang mengendarai sepeda motor tanpa helm melaju dengan kecepatan tinggi.

Lantas, pengendara tersebut sengaja menabrakkan diri ke Brigadir Petrus.

Anggota lantas tersebut coba menghindar. Tapi, sepeda motor pelaku tetap mengenai kakinya hingga dia terjatuh.

Akibatnya, Brigadir Petrus mengalami luka di paha kiri dan celananya robek.

Selanjutnya, anggota lantas lainnya mengamankan pengendara sepeda motor tersebut ke Mapolres Padang Sidempuan.

Pihak Polda Sumatera Utara menyatakan, kejadian pengendara sepeda motor menabrakkan diri ke polisi lalu lintas (polantas) di Padang Sidempuan pada Selasa pagi adalah kecelakaan lalu lintas murni.

Dari penyelidikan sementara, kejadian tersebut tak terkait serangan teroris.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, saat dikonfirmasi, Selasa (11/7/2017).

"Bukan, sementara bukan teror. Kami sedang dalami dulu motifnya. Orangnya sedang diperiksa di polres," ujar Sari.

Menurut Sari, dari penyelidikan sementara, termasuk pemeriksan awal, kejadian ini merupakan kecelakaan lalu lintas.

Saat ini, petugas Polres Padang Sidempuan tengah memeriksa pelaku.

Diketahui, pengendara sepeda motor tersebut bernama Ridwan Hanafi (23 th), lulusan pendidikan Politeknik Universitas Sumatera Utara tahun 2012 dengan pekerjaan pedagang.

"Orangnya lagi diperiksa. Kami belum tahu pasti penyebabnya, apakah mengantuk atau karena penyebab lain,"

"Sekarang pengendara tersebut jyga sedang dites urine. Nanti kalau sudah ada hasilnya, kami akan sampaikan," katanya.

Pasca-kejadian tersebut, beredar instruksi agar kejadian itu menjadi atensi dan perhatian seluruh anggota Polda Sumut, utamanya personel lantas.

Diketahui, selama beberapa bulan terakhir petugas kepolisian mendapat serangan teror dari kelompok teroris maupun lone wolf.

Mapolda Sumut juga tak luput dari serangan teroris.

Dua petugas diserang oleh dua pelaku terduga teroris saat tengah berjaga di pos penjagaan Mapolda Sumut pada Minggu dini hari, 25 Juni 2017.

Akibatnya seorang petugas jaga tewas oleh senjata tajam pelaku. Sedangkan satu pelaku penyerangan tewas setelah ditembak polisi, satu pelaku lainnya ditangkap hidup-hidup.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah