Cari

Viral, Kedua Kaki Belakangnya Dipatahkan, Kerbau Disiksa dengan Luka Bacokan!

Posted 09-12-2017 16:19  » Team Tobatabo
Foto Caption: Kondisi kerbau dengan tubuh bekas bacokan, kedua kaki belakangnya dipatahkan di Desa Sideak Dolok, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Hewan tak memiliki akal untuk berpikir, makanan milik siapa yang ia makan.

Ia hanya memiliki naluri untuk mencari tempat di mana makanan itu berbeda.

Namun sungguh malang apa yang dialami seekor kerbau di Desa Sideak Dolok, Samosir, Sumatera Utara ini.

Ia disiksa secara kejam oleh seseorang, diduga karena telah merumput di ladang milik orang lain.

Kabar memprihatinkan itu diketahui dari postingan akun Facebook Maria Situmorang.

Awalnya ia mengunggah foto kerbau malang itu yang penuh luka.

Dua kaki belakang kerbau itu berdarah dan patah.

Tak hanya di bagian kaki, punggung hewan itu juga penuh luka.

Pada seorang warganet, Maria mengatakan bahwa kerbau itu miliknya.

"Sedikit kecewa melihat sikap perilaku manusia jaman Now....
Tiada lagi rasa kasihan...
Tiada lagi rasa kemanusiaan
Tiada lagi rasa saling menghormati....
Yesss.....
Itu memang binatang.....
Tapi dia juga mahluk hidup 
Dia juga (Horbo) berhak hidup......
Dia juga ada hatiiii 
Dia juga ada pikiran, ada kepala, ada hidung, ada mata,ada kaki
Cuman bedanya dia tidak tidak bicara menjerit ketika dia kesakitan.
Yang tak sama seperti anda.
Dia bisa merasakan siksaan anda.....
Tapi dia tidak bisa melawan.....
Dan tidak menjerit bahwa siksaan anda di luar perbuatan dia......

Semoga aja dia( kerbau) tidak mendoakan anda sama seperti nasibnya," kata Maria, Selasa (5/12/2017). 

Di postingan yang dibuat , Rabu (6/12/2017), Maria mengatakan bahwa kerbau itu sudah terpisah dari anak-anaknya.

"Semoga aja dia( aanak kerbau bisa bertahan hidup) nasibmu malang ank kecill ibumu telah meninggalkanmu.....
Tidak lagi kau rasakan susu ibumu....
Ibarat oRang kata molo tu jolma didokmai sebuatan Tading maetek.......
Molo tu manuk di dokmai siok2 somarina......
Kamu cepat besar ya........
Bertahanlah untuk hidup.... km( ank kerbau) pasti bisa," ujarnya.

Saat dihubungi, Maria mengatakan bahwa kerbau itu kini sudah dijual.

Keluarganya tidak mengobati kerbau itu karena tiga tulang kakinya patah.

Saat mengetahui kerbaunya terluka, ibu Maria hanya bisa menangis karena tak tega dan tak sanggup melihat darah.

Ibu Maria kemudian meminta agar kerbau itu segera dijual.

"Kalau diobati pun dia sudah tidak akan bisa berdiri karena tiga tulang kakinya patah," tutur Maria Situmorang sebagaimana dikutip dari Tribun Jogja.

Ia menduga, ladang milik pelaku dipasang jaring sehingga kerbauitu tak dapat bergerak, ketika sudah memasuki ladangnya.

Entah karena terbawa emosi atau alasan lain, pelaku kemudian tega menyiksa kerbau itu.

Keluarga Maria tak melaporkan pelaku karena masih saudara.

"Kami tidak ingin memperpanjang kasus ini. Saya posting karena sangat kehilangan dengan hewan peliharaan saya. Saya tidak mencari simpati dari siapapun. Jadi viral mungkin karena yang membagikan merasa bahwa kerbau adalah makhluk Tuhan," tambah Maria.

Adanya pro dan kontra dari netizen, Maria Situmorang memposting permintaan maafnya.

"Maaf buat yang koment2 positif ataupun negatif tentang luahan perasaanku tentang kerbauku yang di jaljali ( dimutilasi pelaku). Saya bukan bermaksud untuk viral seperti yang anda bilang cari sensasi......
Anda tau kan cari sensasi itu apa. Kalau mau cari sensasi ngapain aku upload kerbau.....
Aku upload lah yang bisa dunia terhibur.......Aku tidak mencari simpati dari anda biar aku tetkenal.
Ngapain aku tetkenl dgn cara upload badan kerbau yang tetsakiti. Aku upload ini tujuan aku hanya sebatas meluahkan perasaanku yang begitu sangat menyayang Binatang alias kerbauku ini( korban)

Kenapa saya sangat menyayanginya. Karena saya bisa hidup karena kerbau......... Bukan bermaknaa kerbau itu kasih nasi ke mulutku. TIDAK..........

Tapi dgn cara kerbau bisa di gunakan membajak kesawah..... Sehingga bisa nanam padi di kampungku......
Jadi dgn tenaga kerbau bisa manusia nanam padi setelah menjadi padi bisa di giing menjadi beras........ dan setelah beras dimasak jd nasi. Itulah yg aku mkn setiap harinya..............

Alasan lain aku sgt menyayangi binatang terutama kerbau karena dari umur kecil sampai saya kls 3 Smp kerjaku hanya #marmahan anda tau marmahan???? Jaga kerbau bahasa latinya yg gak tau bhs batak...... 
Jd dr kecil aku menghabiskan wktku lebih bnyak mengembala kerbau di banding menghabiskan wktuku di rumah bersih2.

Dan kalu aku mls mau jalan kaki aku lebih suka #marpasang tau anda marpasang????????
Naik ke pundak kerbau itu.........
Jadi bagi aku kerbau itu sangatlah baik untuk di sayangi atau pon di lindungi. Gak tau krn aku pecinta binatang ataupon krn marmahan itu sampai aku begitu tertekan melihat kerbauku itu di siksa begitu............

Jadi bagi org yg koment tadi aku pengen cari sensasi ataupon pengen #Viral
Sory lah yachhhhhhhhh aku tidak seperti itu.
Mungkin pemikiran anda kurang sehat.
Fb bukan baru aku kenal sehari dua hari......
Jd klo aku mau Viral ngapain aku baru hari ini upload ini...........

Bagi yg merasa koment itu gambar thn 2015 mungkin penglihatan anda kurang bagus sebaiknya anda minum jus wortel dulu tiap hari ya...biar makin carah penglihatanya.......
Itu bukan gmbar kerbau org tp itu kerbau kami di kampung kejadianya semalam paham???????

Jadi disini saya minta maaf buat semua yg koment2 jika saya tersilp bls koment anda.....
Bagi yg koment positif terimakasih bnyak2lah
Yang komen negatif sekali lagi saya bilang saya bukan pengen #Viral
Tapi saya hanya meluahkan perasaan saja tidak lebih ok.

Dan saya pon tak ingin masalah ini di perpanjang....
Dan keluargakupon tak ingin masalah ini di perpanjang.
Aku sendiri yg ingin buat moment ini supaya stu thn berikutnya menjadi kenangan di fb.......
Jd spa2 pon yg baca ini saya tidak ingin menyakiti anda dan tidak ingin di sakiti.......
Maaf jika ada yg tersinggung dgn status ini.
Saya minta maaf sekiranya aku terlalu tamak mengapload moment tentang kerbauku.
Semoga anda tau maksudku..........

"Setidaknya kita manusia yang punya akal pikiran, perasaan dan sebagainya untuk menjaga hewan yang lainnya supaya tidak tersiksa. Tapi disebabkan hati mnusia sudah hitam, sampai tidak ada belas kasihan untuk kerbau ini. Sabarlah kawanku Maria Situmorang. Semoga yang melakukan itu semua mendapat balasan yang setimpal," tulis Fauziah Lorentina Pandiangan di kolom komentar. 

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah