Cari

Mistis Ikan Mas Raksasa, Gondang Mangelek dan Kapal Karam

Posted 25-06-2018 13:54  » Team Tobatabo
Foto Caption: Masyarakat adat Batak melaksanakan ritual Gondang Mangelek (Antara/Irsan Mulyadi)

Sebuah cerita mistis terkait musibah yang terjadi di Perairan Danau Toba tersebar luas. Penangkapan ikan mas berukuran raksasa disebut-sebut jadi unsur pendukung kenapa musibah itu bisa dialami penumpang Kapal Motor Sinar Bangun.

Kapal Motor Sinar Bangun karam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun. Kecelakaan akibat kondisi cuaca di perairan danau vulkanik itu sedang buruk. Angin kencang, hujan badai, dan gelombang tinggi. Ditambah kuat arus air.

Tapi, banyak masyarakat yang tinggal di Danau Toba percaya, penangkapan ikan emas dalam ukuran raksasa merupakan pertanda bakal muncul musibah di Danau Toba.

ikan mas raksasa danau toba

Warga setempat bernama Irfan Simbolon, kepada VIVA menyampaikan, harusnya ikan seberat 14,5 kilogram yang ditangkap nelayan harusnya dilepaskan lagi. Karena sejak dulu, ikan yang boleh dipancing hanya yang berukuran wajar.

Irfan menyatakan, menurut pendapatnya, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar ritual adat permohonan, Upacara Mangelek Sahala Oppui.

"Dengan mengundang para budayawan-budayawan dan para guru spiritual serta tokoh-tokoh agama di sekitar Danau Toba. Dengan demikian semoga seluruh korban dapat ditemukan secepatnya," ujar Irfan.

Irfan menceritakan, ritual serupa sudah sering digelar masyarakat setempat. Sesuai dengan ajaran nenek moyang dan adat istiadat setempat.

"Pernah beberapa kali digelar, dan kami berharap ritual adat itu bisa digelar pemerintah," kata Irfan.

Ritual Gondang Mangelek Digelar
 
Seiring dengan beredarnya cerita mistis soal penangkapan ikan mas raksasa, Pada Sabtu, 23 Juni 2018, masyarakat adat Batak menggelar ritual Gondang Mangelek untuk korban KM Sinar Bangun di Danau Toba. Mangelek artinya membujuk.

Ritual yang merupakan kearifan lokal ini digelar sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar dapat menunjukkan dan mengembalikan para korban ke permukaan.

Kegiatan ritual ini dilakukan di atas kapal di kawasan Tigaras, Simalungun. Iringan Godang dan Sarude dibunyikan sebagai bentuk permohonan.

Memasuki hari ketujuh pencarian, belum secara signifikan korban karamnya KM Sinar Bangun ditemukan. Proses pencarian bahkan dilakukan dengan menambah peralatan canggih dan menurunkan penyelam dari Marinir. Tapi hingga kini, kapal yang karam itu belum diketahui.

Posisi KM Sinar Bangun Ditemukan

Secara kebetulan, setelah digelar ritual adat Gondang Mangelek, tim survei SAR gabungan berhasil menemukan posisi Kapal Motor Sinar Bangun yang tenggelam, Senin 18 Juni 2018. Kapal tersebut ditemukan kedalaman 450 meter di Danau Toba.

ritual kapal tenggelam di danau toba

ritual kapal tenggelam di danau toba

Di dalam KM Sinar Bangun yang tenggelam itu, diduga masih terdapat korban yang terperangkap bangkai kapal. Dengan penemuan bangkai kapal tersebut, sudah ada titik temu untuk tidak lanjut evakuasi seluruh korban. Termasuk untuk mengangkat bangkai Kapal Motor Sinar Bangun tersebut.

Dikutip dari Viva.co.id
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah