Cari
 Nasional
 Diposting 25-06-2018 14:35

KM Berkat Anugerah Tenggelam, Penumpang Terombang-ambing, Satu Orang Meninggal Dunia

Foto Caption: KM Berkat Anugerah karam di perairan Lingga, Minggu (24/6/2018). (Tribun Batam/ IST)

Batam - Kapal Kargo KM Berkat Anugerah  tujuan Bagan Tanjung Piayu, Batam, karam di Perairan Tanjung Kelit Kecamatan Senayan kabupaten Lingga pada Minggu (24/6/2018) siang sekitar pukul 12.40 WIB.

Kapal yang membawa 13 orang penumpang terdiri dari 11 laki-laki dan 2 perempuan tersebut berangkat dari Nipah Panjang dan diketahui kapal bermuatan pisang dan kelapa.

Basarnas Kelas A Tanjungpinang mendapatkan laporan adanya kecelakaan laut di perairan Lingga. 

Kecelakaan terjadi pada Minggu (24/6/2018) siang.

Setelah itu pihaknya langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

"Benar bahwa telah terjadi kecelakaan Pelayaran 1 unit Kapal Kargo di perairan Pulau Dato Kabupaten Lingga," kata Budi Cahyadi, kepala kantor Basarnas Tanjungpinang melalui Eko Supriyanto kasi operasi dikonfirmasi pada Minggu (24/6/2018).

Namun beruntung kejadian kapal kargo itu dapat ditolong oleh KM Oceana yang kebetulan tengah melintas.

"Posisi siaga unit Lingga menerima Informasi bahwa telah terjadi 1 unit Kapal Kargo tenggelam diperairan Pulau Dato Kabupaten Lingga, ABK ada 13 orang. Keteranganya 12 orang telah diselamatkan oleh  kapal MV Oceana 10," ujarnya lagi.

km anugerah

Proses pencarian korban kapal kargo tenggelam berlangsung singkat tanpa menghitung hari.

Kabar terbaru, seorang korban yang dinyatakan hilang telah ditemukan dalam keadaaan selamat.

Kasi Operasi Basarnas Tanjungpinang Eko Supriyanto mengatakan bahwa pencarian telah menemukan semua total jumlah penumpang kapal sebanyak 13 orang.

"Kabar terbaru tadi baru saja kita sudah temukan semua korban. Hanya satu saja yang meninggal dunia," kata kasi Eko Supriyanto saat dihubungi Redaksi, Minggu (24/6/2018).

Kejadian tersebut diperkirakan lantaran cuaca buruk angin kencang yang menyebabkan gelombang ombak meninggi dan menerpa kapal tersebut.

Kapal dalam kondisi telah tenggelam secara keseluruhan dan hanya terlihat bagian atap kapal warna biru terombang-ambing.

Penyelamatan pun berlangsung dramatis.

Sejumlah korban masih berada di atas puing kapal.

Adapun seorang ibu-ibu yang tengah dilakukan pertolongan dengan menggunakan pelampung.

"Cepat yang sudah langsung ke bawah," kata suara dalam video amatir.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah