Cari

Fakta Baru! Kantong-Kantong Magma Kembali Terbentuk Di Bawah Danau Toba!

Posted 24-08-2018 13:02  » Team Tobatabo

Peneliti merekam getaran-getaran kecil yang terdeteksi untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dibawah Supervulkano Toba. Dilangsir dari livescience.com, para peneliti menduga bahwa kantong-kantong magma dibawah Danau Toba sedang kembali mengisi kantong-kantong magma yang terbentuk.

Lapisan-lapisal magma yang disebut sills, mulai terdeteksi di kedalaman sekitar 7 kilometer dibawah Gunung Toba. Penelitian itu menunjukkan bahwa gunung berapi ini diisi sills yang terjebak diantara lapisan-lapisan batuan yang lebih tua. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science tersebut mengatakan, mekanisme yang terjadi cukup berbeda.

loading...

dapur magma gunung toba

Referensi pihak ketiga livescience.com

Hasil penelitian tersebut menjelaskan bagaimana supervulcano menyimpan magma sangat banyak sebelum terjadi letusan yang dahsyat. “Saya rasa inilah fitur khusus gunung ini. Dan cara ini berhubungan dengan caranya erupsi” kata Cristoph Sens-Schonfelder, seorang seismolog dari GFZ German Research Centre for Geosciences yang ikut dalam penelitian tersebut.

“Model geodinamika yang menjelaskan struktur seperti ini, berdasarkan hasil yang kami temukan, memperkirakan akan membutuhkan waktu jutaan tahun untuk mengakumulasi volume magma” kata Sens-Schonfelder. Salah satu fitur yang membingungkan para peneliti adalah bagaimana magma dalam jumlah besar terkumpul tanpa ada letusan dari Gunung Toba.

Peneliti menemukan bahwa magma sills atau lapisan-lapisan magma telah terbentuk dibawah Supervulcano Toba. Magma ini berada pada kedalaman mulai dari 7 kilometer hingga 30 kilometer dibawah Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba. Cadangan magma tersebut berdiameter antara 6 hingga 10 kilometer.

Tetapi sayangnya, para peneliti mengatakan belum bisa memperkirakan kapan kemungkinan Gunung Toba ini akan kembali meletus. Mekanisme akumulasi magma di Supervulkano Toba ini sangat berbeda dengan gunung berapi lainnya. Sehingga belum ada petunjuk atau model yang bisa digunakan untuk memperkirakan kemungkinan akumulasi magma cukup untuk erupsi.

Dikutip dari Livescience.com
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah