Cari
 Bonapasogit
 Diposting 23-08-2018 11:17

Kapal Hilang Kontak di Perairan Nias, Sembilan Warga Negara Australia Hilang

Foto Caption: Ilustrasi Kapal Tenggelam

Nias - Kapal kayu KM Jaya berpenumpang sembilan Warga Negara (WN) Australia hilang kontak di perairan Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara, sejak hari Selasa (21/8/2018).

Koordinator Pos SAR Nias Tonggor Gultom mengatakan, kapal tersebut dilaporkan hilang kontak saat berada di perairan Pulau Sarangbaung, Kabupaten Nias Utara, pada koordinat 1.6861730,97.4431632.

"Kami dapat info dari petugas siaga Kantor SAR Banda Aceh bahwa pada 21 Agustus 2018 pukul 15.30 WIB telah terjadi musibah pelayaran kapal lost contact di perairan Pulau Sarangbaung," kata Torong via seluler, Rabu (22/8/2018) pukul 23.00 WIB.

Torong mengatakan, KM Jaya bertolak dari Desa Siöfabanua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara pada Selasa (21/8/2018) sekitar pukul 11.00 WIB, hendak menuju Pulau Ujunglolok, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

KM Jaya membawa sembilan WN Australia dan tiga Anak Buah Kapal (ABK).

Sekitar pukul 14.41 WIB, pemilik salah resort di Pulau Banyak, Aceh Singkil, mendapat pesan singkat dari nakhoda KM Jaya, berisi informasi kapal sedang berada di perairan Pulau Sarangbaung.

Selanjutnya, sekitar pukul 15.30 WIB, salah satu ABK kembali mengirim pesan singkat ke bahwa kapal hendak meneruskan perjalanan ke Pulau Ujunglolok.

Mulai dari situ, KM Jaya hilang kontak.

"Kapalnya (KM Jaya) enggak sampai-sampai ke Pulau Ujunglolok. Kapten kapal dan ABK sudah coba dihubungi, tetapi enggak masuk. Informasi yang kita dapat, cuaca saat itu di wilayah Sarangbaung memang sedang buruk," ujar Tonggor.

Adapun nama kesembilan WN Australia penumpang KM Jaya, yakni Mal Harvey, Callum Murray, James Munro, Mark Morstead, Tim Skate, Simon Mamnix, Nicholas Skate, Dr Peter Braun, dan Hugh Gilchrist.

Sementara, ketiga ABK KM Jaya, yakni bernama Okta Derita (nakhoda sekaligus pemilik kapal), Dulu Zai, dan Leli Zebua.

Tonggor mengatakan, pencarian direncanakan dimulai esok pagi.

"Saat ini, Pos SAR Nias tengah berkoordinasi dengan Kantor SAR Banda Aceh, KSOP Gunungsitoli, dan Pos TNI-AL Lahewa untuk bergerak melakukan pencarian. Kita enggak bisa mulai pencarian malam ini, karena cuaca buruk sekali. Info dari BMKG, ketinggian gelombang laut wilayah Nias saat ini empat sampai enam meter," tambah Tonggor.

Sebagai informasi, KM Jaya berjenis kapal kayu dengan bobot enam ton, berukuran 3×14 meter.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah