Cari

Satu Keluarga di Medan Dibacok Membabi Buta, Tiga Orang Korban Dilarikan Ke RS Haji

Posted 24-03-2019 10:45  » Team Tobatabo
Foto Caption: Satu keluarga yang mendapat penganiayaan di Jalan Pancing dirawat di RS Haji, Sabtu (23/3/2019)

MEDAN - Satu keluarga di Jalan Pancing, Kota Medan, Sumatera Utara dibacok secara membabi buta dengan sebilah parang, Sabtu (23/3/2019)

Akibat pembacokan ini tiga orang yaitu Ngatimi (60), Mita/Paramita Susanti (25) dan Riki/Riki Prapanca (23) terpaksa dilarikan ke rumah Sakit Haji, Sumatera Utara untuk mendapat perawatan.

Informasi yang dihimpun, bahwa pelaku bernama Sahrul Ahmad dan sudah ditangkap oleh Polisi.

Sharul adalah mantan suami dari Dina, putri Ngatimi.

Sharul Ahmad melakukan pembacokan saat dia datang ke rumah Ngatimi untuk mencari mantan istrinya, yang dia duga berada di rumah Ngatimi.

Namun saat Sharul datang memeriksa tidak menemukan mantan istrinya, dan seketika itu menggila dan membacok Natemi yang baru siap salat dan ngaji.

Usai membacok Ngatimi, Sahrul kembali membacok Riki yang sedang tiduran.

Melihat hal ini Mita mencoba menolong ibunya dan adeknya, hingga Sahrul pun membacok Mita juga.

Salah seorang keluarga yang merupakan keponakan korban, Ari menjelaskan awalnya pelaku mencari mantan istri yang dikiranya berada di rumah ibu Natemi.

"Pelaku membawa tas yang berisi parang dan sejenisnya. Saat di rumah pelaku tidak menemukan mantan istrinya, entah kenapa ia langsung membabi buta membacok keluarga saya," ujarnya.

Saat itu, sambung Ari, ibunya tersebut baru saja usai salat dan mengaji.

"Kalau Riki sepupu saya itu saat kejadian sedang tiduran. Untuk Mita saat kejadian melihat ibunya dibacok pelaku. Dan pelaku diduga juga mengibaskan parang kepada Riki dan Mita," katanya.

Kalau untuk pelaku sendiri, lebih lanjut dijelaskan Ari sudah dua tahun bercerai.

"Aku tidak tahu pasti apa motif yang membuat pelaku nekat membacok keluarga kami secara membabi buta," katanya.

Masih dijelaskan Ari, dua hari lalu, pelaku sempat datang ke rumahnya.

"Ia datang dengan tujuan sama yakni mencari mantan istrinya. Hari ini datang lagi dan langsung membacok semua orang yang ada di dalam rumah ibu Natemi. Dina yang tinggal di sebelah rumah ibu Natemi saat kejadian berindikasi di dalam kamar mandi," jelasnya.

Sementara informasi lain yang berhasil dihimpun, anak Ngatemi yang diketahui bernama Indra sempat melarikan diri dari rumah saat pelaku membacok orang yang berada di dalam rumah.

Indra anak Ngatimi lainnya, yang juga berada di dalam rumah langsung melarikan diri keluar rumah dan berteriak memanggil warga.

Seketika para warga berdatangan dan menghajar Sharul yang membacok tiga orang hingga berlumuran darah.

Mendengar kabar ini personel Polsek Percut Sei Tuan mendatangi lokasi 

"Kanit dan anggotanya sudah ke TKP bang. Informasi lanjut kita jabarkan nanti.

Kejadian penganiayaan itu benar terjadi dan sekarang korban ada di RS Haji,"kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil, Sabtu (23/3/2019).

Ia mengatakan sudah ada satu tersangka yang diamankan.

Mengenai siapa namanya, kata pria dengan melati satu dipundaknya ini, pihaknya belum tahu.

"Aku masih ada giat lain bang. Belum ada baket dari Kanit. Atau coba hubungi Kanit bang,"ujarnya.

Amatan tribun-medan.com, kondisi rumah yang bercat kuning dan pintu berwarna putih terlihat darah berceceran di lantai.

Pengakuan Mantan Istri Pelaku

Sahrul Ahmad membabi buta membacok mertua dan adik iparnya setelah tidak menemukan mantan istrinya bernama Dina, di Jalan Willem Iskandar, Gang Hawa No 40, Percut Seituan, Sabtu (23/3/2019) .

Dina, wanita berambut sebahu ini merupakan mantan istri Sahrul Ahmad sekitar empat tahun silam.

Pada saat kejadian, menurut cerita Dina, pelaku berteriak-teriak memanggil namanya dari luar lalu masuk ke rumah.

Dina yang saat itu sedang berada di rumah milik korban bernama Ngatimi, kemudian panik dan melarikan diri.

"Dia datang marah-marah waktu Ibu (Ngatimi) baca Alquran. Apanya kau Rul, aku lagi baca Alquran," kata Dina mengisahkan sebelum pelaku menghujamkan parang dan pisau membabi buta.

"Dia sebenarnya ngejar saya, tapi enggak tahu kenapa ibu dipegangnya. Saya lari dari rumah ibu cari jalan keluar," ucapnya lagi.

Dina, mantan istri Sahrul terduduk lesu di Mapolsek Percuk Seituan setelah Sahrul membantai ibu dan dua adiknya, Sabtu (23/3/2019)

Dina, mantan istri Sahrul terduduk lesu di Mapolsek Percuk Seituan setelah Sahrul membantai ibu dan dua adiknya, Sabtu (23/3/2019) 

Lebih lanjut, Dina mengatakan, Ngatimi bersimbah darah dan korban lainnya bernama Riki Prapanca dan Paramita Susanti juga demikian. 

Sebelum pembantaian terjadi, Dina pernah mendapat ancaman dari pelaku pada Rabu (20/3/2019) lalu.

Saat itu, pelaku tidak berhasil menemui Dina.

"Rabu kemarin dia (Sahrul) pernah ada datang, kebetulan saya enggak di rumah. Dia jumpa sama adik. Waktu itu dia bilang, pisau untuk saya, parang untuk suami saya," ucapnya.

Selama menjadi istri Sahrul, Dina mengaku sering mendapat perlakuan kekerasan dalam rumah tangga oleh mantan suaminya itu.

"Saya memang udah cerai selama dua tahun. Saya istri yang ketiga dan yang saya tahu dia tempramental sama istri-istrinya.

Pernah yang terakhir, sudah pisah pun dari talaknya dia pernah mukuli membabi buta sampai tubuh saya lebam-lebam," ujarnya.

Dikutip dari TribunNews
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah