Cari

Tiga Mahasiswa Asal Sumut Tewas Ditabrak Perwira Polisi, Ini Identitas Korban

Posted 23-04-2019 21:53  » Team Tobatabo
Foto Caption: Tiga mahasiswi Batak tewas dalam lakalantas di Palangkaraya, Minggu (21/4/2019) malam. Ketiga korban tewas adalah: Syahril Malau (22, Ritson Pangaribuan (21) dan Lamtio Simatupang (21).

SUMUT - Lima mahasiswa asal Sumatera Utara yang kuliah di Universitas Palangka Raya (UPR) ditabrak mobil yang dikemudikan seorang oknum polisi yang dinas di Polres setempat, Minggu (21/4/2019)

Dalam peristiwa nahas ini dua orang mahasiswa meninggal dunia di tempat kejadian.

Sementara seorang lagi meninggal setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Doris Silvanus, Senin (22/4/2019) malam.

Dua orang korban yang meninggal di lokasi kejadian adalah Syahril Malau (22) yang tinggal di Jalan Pangeran Samudra I dan Rikson Pangaribuan (21) yang tinggal di Jalan B Kotien Palangka Raya.

Sementara yang korban yang meninggal setelah mendapat perawatan adalah Lamtio Simatupang.

"Menurut dokter, rekan kami Lamtio Simatupang menghembuskan napas terakhirnya pada hari Senin sekitar pukul 22.27 WIB," kata Kevin (21), Teman Lamtio, seperti dilansir dari media lokal Palangkaraya.

Yogi Sidabutarbutar (22), saksi sekaligus korban selamat dalam peristiwa maut tersebut menjelaskan bahwa orang yang menabrak mereka adalah polisi.

"Iya yang keluar dari mobil itu adalah seorang polisi dan saya lupa dia berpangkat apa," ujarnya di salah satu rumah sakit di Palangka Raya, Senin(22/4/2019).

Yogi menjelaskan dua rekannya yang meninggal dunia di lokasi kejadian meski sempat dilarikan ke rumah sakit, dan satu orang lagi meninggal setelah sempat di rawat.

Sementara satu orang lagi yaitu bernama Apriani Ningsih Simarmata (21), dirawat RS Siloam Palangka Raya dan mengalami luka yang sangat serius.

Yogi mahasiswa UPR yang sudah menempuh semester delapan tersebut menceritakan kronologi awal terjadinya kecelakaan tersebut.

Bermula dari dirinya bersama pacarnya yaitu Lamtio dan tiga rekannya itu sedang berada di kawasan Jalan Yos Sudarso pada Minggu (21/4/19), sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu meraka sedang mengobrol asyik di dekat mini market Indomaret.

Entah mengapa dari arah Jalan Yos Sudarso menuju arah bundaran besar, meluncur sebuah mobil hitam bak terbuka dengan kecepatan tinggi berada di tengah jalan.

Tiba-tiba mobil yang dengan kecepatan tinggi itu langsung oleng kesebelah kiri jalan dan menabrak lima mahasiswa yang berada di pinggir jalan sekitar pukul 23.30 WIB.

Beruntungnya Yogi yang melihat mobil tersebut menuju kearahnya sempat menghindar dengan refleks, dan empat orang rekannya saat itu tidak sempat menghindar, sehingga mereka tertabrak. 

"Setelah menabrak mereka, saya melihat teman-teman saya sudah tergeletak, dan pengemudi mobil itu keluar dengan menggunakan pakaian seragam polisi," ujanrya

"Saya pun bersama beberapa warga setempat membawa rekan kami yang terluka ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan," lanjutnya.

Setelah mahasiswi di Universitas Palangka Raya itu dinyatakan meninggal dunia oleh dokter di RSUD Doris Silvanus, pihak keluarga dan teman dekat bersama aparat kepolisian setempat mempersiapkan proses pemberangkatan jenazah ke Kota Asalnya, yakni di Provinsi Sumut.

Kevin mengatakan jenazah Lamtio sudah diberangkat ke Provinsi Sumut sekitar pukul 06.30 Wib menggunakan pesawat terbang.

Yogi, pacar Lamtio yang juga korban kecelakaan itu turut diberangkatkan ke Medan, Provinsi Sumut.

"Kalau rutenya itu dari Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya dan transit di Jakarta menggunakan pesawat Lion. Selanjutnya dari Jakarta sekitar pukul 11.00 WIB baru menuju Sumatra Utara di mana tempat tinggal orang tua Lamtio," katanya.

"Untuk rekan kami satu orang lain yang sekarang ini dirawat di RS Siloam, informasinya sudah mulai membaik," ucap Kevin.

Kevin juga berharap, dengan adanya insiden kecelakaan yang menewaskan tiga orang rekannya tersebut, pelakunya harus menjalani proses hukum berlanjut sesuai dengan aturan yang berlaku. 

"Kami sebagai rekannya tetap akan coba kawal perkara ini, agar proses hukumnya sesuai aturan yang berlaku," tandas Kevin.

Sementara itu, Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar saat dikonfirmasi mengenai kecelakaan yang diduga mengakibatkan oknum anggota polisi di polres setempat mengatakan, perkara tersebut masih dalam penyelidikan untuk mengetahui bagaimana persis terjadinya peristiwa itu sebenarnya.

"Kecelakaan yang terjadi di Jalan Yos Sudarso masih dilakukan penyelidikan," tandas Timbul 

Ditambahkan perwira berpangkat melati dua itu, pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan insiden kecelkaan.

Hal tersebut guna mengetahui apa penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. 

"Selain olah TKP yang kita lakukan, kami juga sudah memintai keterangan empat orang saksi mata yang diduga mengetahui peristiwa tersebut," demikian Timbul.

Terpisah Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Hendra Rochmawan memastikan bahwa pihaknya tetap memproses oknum perwira polisi berinisial MH, selaku pengemudi mobil kasus tabrakan di Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya pada Minggu (21/4/2019), yang mengakibatkan tiga orang mahasiswa meninggal dunia.

"Sekarang ini tahap pemeriksaan terhadap yang bersangkutan di Polres Palangka Raya," kata Hendra di Mapolda Kalteng, Selasa (23/4/2019)

Selain melakukan pemeriksaan, tugas dan jabatan yang sebelumnya diemban oknum perwira Polres Palangka Raya itu dihentikan sementara waktu, dan diambil alih oleh Wakapolres dan Kapolres setempat.

"Hal itu sebagai upaya memberikan kepada yang bersangkutan agar fokus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu," tambah Hendra.

Dikatakan, terjadinya kecelakaan di Jalan Yos Sudarso tersebut diduga karena faktor kelelahan yang dialami oknum perwira Polres Palangka Raya itu.

Sebab, selama tiga hari sebelum terjadinya kecelakaan tersebut, oknum polisi itu selalu berkeliling memantau tahapan dan pelaksanaan pemilihan umum tahun 2019 di Kota Palangka Raya.

Hendra mengatakan karena rasa tanggungjawab besar, tidak lagi terlalu memikirkan istirahat yang cukup.

Alhasil secara secara fisik dan psikologi menjadi terganggu, sehingga mengkibatkan musibah terjadi.

"Rangkaian pengamanan Pemilu  2019 yang terdiri dari presiden/wakil presiden, dan legislatif itu sangat melelahkan dan menyita perhatian, baik fisik maupun psikologi oleh pihak pengamanan dan petugas," beber dia.

Mantan Kapolres Palangka Raya itu pun menyatakan faktor kelelahan itu mengakibatkan terjadinya musibah dan berujung meninggalnya tiga mahasiswa, yang sebenarnya juga tidak menginginkan hal ini terjadi.

Meski demikian, seluruh aparat kepolisian di Provinsi Kalteng, khususnya oknum perwira serta Kapolres Palangka turut merasakan kesedihan terhadap meninggalnya tiga mahasiswa tersebut.

"Kapolres Palangka Raya juga turut memberikan bantuan dan penanganan sejak awal Kepada para korban, baik yang meninggal dan masih di rawat di rumah sakit," demikian Hendra.

Rekan-rekan korban mengunggah duka atas tragedi ini.

 

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah