Cari

Ribuan Warga Kota Medan Bakal Tergusur

Posted 04-11-2014 06:05  » Team Tobatabo

MEDAN – Rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) membangun jalur ganda kereta api akan menyisakan banyak masalah. Salah satunya adalah ribuan masyarakat Kota Medan yang bermukim di pinggir rel akan jadi korban penggusuran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Syaiful Bahri menyatakan dirinya belum mengetahui secara pasti mengenai rencana itu. Meski begitu, untuk pengembangan kota dimasa yang akan datang, Syaiful tentu mendukung rencana PT KAI yang ingin mengembangkan transportasi menggunakan kereta api.

loading...

“Saya belum tahu mengenai rencana relokasi warga di pinggiran rel kereta api,”ujar Syaiful Bahri ketika dihubungi, Minggu (2/11).

Pemko Medan, kata dia, tentu akan memikirkan bagaimana nasib masyarakat yang akan menjadi korban. “Warga yang tinggal di pinggiran rel itu juga masyarakat Kota Medan dan menjadi tanggung jawab Pemko Medan, tidak mungkin dibiarkan begitu saja,”katanya.

Hanya saja, teknis pertolongan yang akan diberikan Pemko Medan nantinya sampai saat ini belum pernah dilakukan pembahasan. “PT KAI saja belum ada kirimkan surat mengenai rencana itu. Sebelum rencana penggusuran itu benar-benar akan dilakukan, tentu akan ada rapat terlebih dahulu,”jelasnya.

Sebelumnya, Manager Humas PT KAI Divre I Sumut Aceh, Jaka Jakarsih mengimbau agar masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan pinggul rel untuk segera mengosongkan lahannya karena awal 2015 akan dimulai pembangunan jalur layang ganda perlintasan kereta api dari Aras Kabu-Bandar Khalipah sepanjang 15 Km.

Bukan hanya itu, pada tahun yang sama juga akan dilakukan pembangunan jalur ganda mulai dari Bandar Khalipah menuju Kota Medan juga akan mulai dilaksanakan.

“Kami imbau bagi masyarakat di areal rel yang sudah kita surati segera mengosongkan lahan karena awal 2015 akan kita mulai pekerjaannya kembali,” ujarnya.

Dijelaskan Jaka, saat ini PT KAI Divre I memang sedang digugat oleh beberapa masyarakat di Gaharu. Tapi sekitar kepala keluarga (KK) sudah mau menerima uang ganti rugi yang mereka telah berikan. “Kalau yang lain, kita ikuti saja dulu proses hukumnya. Kita tetap menghargai proses hukum yang ada. Tapi kemarin, gugatan tersebut sempat dicabut lantaran ada masalah antar masyarakat Gaharunya sendiri. Karena ada 200’an orang yang ternyata tidak merasa ikut menggugat. Jadi ini didaftarkan ulang. Kami tetap siap menghadapi saja,” kata Jaka.

Selain masyarakat Jalan Gaharu I dan Gaharu II, ia juga mengimbau kepada masyarakat di Jalan Timah Dalam, Kelurahan Sei Rengas II, Medan Area untuk juga mengosongkan lahan yang telah ditetapkan PT KAI.

“Sepanjang 18 meter itu yang akan dikosongkan. 12 meter itu murni untuk perjalanan KA kiri dan kanan, kemudian 6 meternya itu nanti menjadi tanah KA yang boleh dipergunakan untuk penghasilan, misalnya dikontrakkan. Nah mungkin di area itulah nanti masyarakat ingin tinggal. Kalau 12 meter itu murni tidak boleh ada pemukiman, pohon dan lainnya,” ujar Jaka.

Awal 2015, kata Jaka pembangunan akan dimulai dengan pembangunan jalur ganda layang antara Medan sampai dengan tol, kurang lebih panjangnya 8 Km. Dengan dibangunnya ini, maka lalu lintas tidak akan terganggu lagi.

“Nanti penjaga-penjaga di pos perlintasan juga akan kita pindahkan kerja. Tidak ada lagi perlintasan di jalan. Ini untuk menghindari kepadatan di perlintasan KA dan kemacetan lalu lintas juga,” katanya. Masih kata Jaka, dengan adanya jalur ganda, waktu tempuh dan kecepatan akan lebih cepat.

loading...

“Kalau biasanya berhenti di Aras Kabu untuk persilangan, apabila jalur ganda semua tidak perlu persilangan lagi. Sekarang kecepatan maksimum 55-70 Km per jam. Waktu tempuh juga menjadi 20 menit,” katanya. (put/dik/smg/deo)

Sumber : Sumut Pos

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah