Cari

Jansen Napitu: Predikat Yang Terbrengsek Patut Disematkan Kepada Mereka

Posted 22-01-2015 12:48  » Team Tobatabo
Foto Caption: Jansen Napitu

RAYA - Menanggapi para pimpinan DPRD Simalungun periode 2009-2014 yang belum mengembalikan mobil dinasnya sampai sekarang, pengamat politik Jansen Napitu menyebut predikat "Yang terhormat" tidak lagi pantas diberikan kepada mereka. Predikat "Yang terbrengsek" patut disematkan kepada mereka.

"Predikat Yang terhormat itu sudah gak layak itu untuk mereka. Udah gak benar lagi. Yang terbrengsek itu pas itu. Seorang anggota DPR masak kayak gitu kelakukannya. Sudah konyol itu," ujarnya, Rabu (21/1/2015).

Menurut Jansen, tindakan mereka yang sampai menyelimuti mobil dinasnya di rumah membuktikan bahwa mereka tak taat peraturan.

"Memang jogal-jogal orang itu. Kalau giliran bagi-bagi duit cepat orang itu. Masak diselimuti gitu. Itu, kan, aset negara. Itu harus dikembalikan selesai masa jabatan. Tidak ada alasan untuk menahan itu. Itu, kan, uang rakyat itu. Harus dikembalikanlah," katanya.

Jansen mengatakan, Satpol PP sudah selayaknya menarik paksa mobil-mobil dinas tersebut.

"Jangan pula merasa jadi milik pribadinya. Kalau sampai diselimuti gitu apa maksudnya. Udah gawat itu. Seharusnya Dinas PPKAD harus koordinasi dengan Sekda atau Bupati supaya menugaskan Satpol PP menjemput itu. Kalaupun gak juga dikasih mereka, sudah bisa itu dilaporkan ke polisi," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris DPRD Simalungun Eka Hendra mengatakan, pihaknya akan menarik paksa mobil dinas para pimpinan DPRD periode 2009-2014 yang sampai saat ini belum juga dipulangkan. Rencana itu akan dilakukan Februari jika surat kedua dan ketiga tidak juga diindahkan.

"Belum, belum, belum. Minggu ini tanggal 23 kami surati lagi. Kalau gak juga, tanggal 30 kita surati, baru bulan dua (Februari) kita tarik. Karena sudah tiga kali surat itu melayang," ujar Eka, saat dihubungi Rabu (21/1/2015).

Meskipun telah diekspos media massa, para pimpinan DPRD Simalungun periode lalu tetap belum mengembalikan mobil dinasnya. Mereka adalah Binton Tindaon, Burhanuddin Sinaga, Julius Silalahi, dan Ojak Naibaho. Mereka tetap keukeuh dengan pendirian mereka untuk tak memulangkan.

 

Sumber

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah