Cari

Pemkab Karo Dituding Warga Berastepu Ingkar Janji dan Telantarkan Pengungsi Sinabung

Posted 20-09-2018 13:55  » Team Tobatabo
Foto Caption: Puluhan pengungsi Sinabung memaksa masuk ke gedung DPRD Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (20/9/2018). Mereka ingin bertemu dengan para wakilnya agar bisa menyampaikan tuntutannya mengenai janji Pemkab untuk keperluan hidup mereka selama mengungsi. (Tribun Medan/Muhammad Nasrul)

Kabanjahe - Massa yang tergabung di dalam pengungsi Sinabung bersatu, melakukan aksi demo di Kantor DPRD Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (20/9/2018).

Seperti dilansir Tribun Medan, puluhan orang tersebut membawa spanduk yang bertuliskan "Pemkab Karo Penipu". Serta pada bagian dada masing-masing pendemo, tertempel pita berwarna merah putih.

loading...

Diketahui, mereka adalah pengungsi dari Desa Berastepu yang rencananya akan menempati lokasi relokasi di Desa Nang Belawan tahap ke dua di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.

Menurut seorang pendemo Aktif br Milala, kedatangan mereka ke sana untuk menuntut janji Pemkab Karo kepada pengungsi. Seperti uang sewa rumah, fasilitas umum di lokasi relokasi, serta jatah hidup (Jadup) senilai 10 ribu per hari selama tiga bulan.

demo pengungsi sinabung

Puluhan pengungsi Sinabung memaksa masuk ke gedung DPRD Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (20/9/2018). Mereka ingin bertemu dengan para wakilnya agar bisa menyampaikan tuntutannya mengenai janji Pemkab untuk keperluan hidup mereka selama mengungsi. 

"Uang sewa rumah kami selama dua tahun belum dibayar, fasilitas umum pun gak ada, seperti septic tank, jalan belum bagus, sama listrik juga," ujar Aktif.

Mereka sangat menyayangkan sikap dari Pemkab yang terkesan acuh. Ia mengungkapkan, selama beberapa kali melayangkan tuntutan, hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak terkait.

"Mau kemana kami, apa kami mau dipulangkan ke zona merah, biar kami pulang. Kami perlu buktinya, bukan cakap-cakap saja," katanya.

Saat dikonfirmasi ke DPRD, Sekretaris dewan Petrus Ginting mengatakan tuntutan dari para pengungsi sebenarnya ke Pemkab. Namun mereka terlebih dahulu ke DPRD untuk mendapatkan dukungan dari wakil rakyat tersebut.

Melihat massa yang semakin tak terkendali, Petrus kemudian mengajak perwakilan dari desa untuk berunding. Ternyata keinginan warga didampingi oleh wakilnya pupus. Karena menurut keterangan Petrus, anggota dewan yang dimaksud sedang dinas ke luar kota.

"Sebenarnya tuntutannya itu kan ke Pemkab, ke sini minta dikawal lah gitu. Tapi anggota dewan kita banyak yang sedang dinas luar, jadi masyarakat kita persilakan langsung saja ke kantor bupati," katanya.

Merasa tidak puas menyalurkan aspirasinya ke perwakilannya di pemerintahan, massa kemudian bergerak ke Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah