Cari

Pencarian Korban Longsor Tobasa Masih Berlangsung, 2 Belum Ditemukan

Posted 14-12-2018 15:06  » Team Tobatabo
Foto Caption: Warga dan aparat bekerjasama mengevakuasi korban longsor

TOBASA - Hingga siang ini, Jumat (14/12) pencarian korban tanah longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara masih berlangsung.

Longsor yang terjadi Kamis (13/12) dinihari menimpa empat unit rumah dan menimbun sekitar 15 orang.

Lima orang ditemukan dalam keadaan hidup. Sedangkan delapan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Sisanya ada dua korban lagi yang hingga kini masih tertimbun reruntuhan tanah bernama Sutan Japri Marpaung (35) dan Kasmer Marpaung (45). 

Tim PRCPB (Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana) Kodim 0210/Tapanuli sejak kemarin sudah berada di lokasi untuk menangani bencana tanah longsor.

Dandim 0212/TU, Letkol Inf Rico Y Siagian menyampaikan, penemuan delapan korban tanah longsor itu berkat kerja keras tak kenal lelah dari prajurit TNI 30 orang personel Kodim 0212/TU bersama 20 orang BPBD  Tobasa, 20 orang Sat Pol PP.

Sebanyak 30 orang personel Polres Tobasa, 15 orang Basarnas, 30 orang karyawan PT Inalum dan 100 orang masyarakat Desa Pintu Pohan dan Desa Halado juga ikut bahu membahu melakukan pencarian dan penyelamatan para korban dari lokasi bencana.

Anggota Kodim 0212/TS hingga kini juga masih melanjutkan kegiatan  pembersihan material banjir dengan menggunakan 5 unit alat berat Escavator terdiri dari 4 unit milik pemda, 1 unit PT. Inalum dan alat penggali antara lain cangkul dan sekop. 

longsor di pintupohan tobasa

Letkol Inf Rico Y Siagian menjelaskan tanah longsor menimpa empat unit rumah penduduk. Dari 15 orang korban longsor antara lain lima orang selamat (luka-luka), delapan orang meninggal dan dua orang belum ditemukan, masih dalam pencarian.

Ia juga menyampaikan prihatin dan turut berbela sungkawa kepada keluarga yang terkena musibah tanah longsor. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tobasa Herbeth Pasaribu, memaparkan dalam bencana longsor ini terdapat 15 orang korban, di mana 5 diantaranya selamat, 8 tewas dan 2 hilang atau dalam pencarian.

Adapun identitas korban tewas yakni:

1. Rosdiana Br Nainggolan (35)

2. Nia Marpaung (14)

3. Jones tambunan (49)

4. Nurcahaya Marpaung (47)

5. Sumadi Tambunan (20)

6. Amri Tambunan (15)

7. Sarli Tambunan (19)

8. Mantu Tambunan (76)

Sedangkan untuk korban selamat adalah sebagai berikut:

1. Jecky Marpaung (15)

2. Alfeno Marpaung (6)

3. Saor Sitorus (73)

4. Jetro Simangunsong (46)

5. Lisbet Sihotang (45)

Kelimanya mengalami luka-luka dan sudah mendapat perawatan di rumah sakit PT Inalum.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan hujan terus menerus yang berlangsung sejak Minggu hingga Kamis telah menyebabkan longsor di beberapa tempat.

rumah tertimpa timbunan longsor

Sehingga posisi rumah korban yang berada di bawah lereng perbukitan, langsung tertimbun oleh material longsor yang meluncur menghantam empat rumah tersebut.

Tak hanya di Tobasa, menurut Sutopo, longsor secara merata juga terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Tercatat sudah ada 430 kejadian bencana longsor di Indonesia sejak 1 Januari 2018 hingga 13 Desember 2018.

Dampak yang ditimbulkan oleh longsor ini, 129 orang meninggal dan hilang, 115 orang luka-luka, 37.933 orang mengungsi dan terdampak, dan 1.948 rumah rusak.

"Diperkirakan bencana longsor akan terus meningkat seiring meningkatkan curah hujan," paparnya.

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah