Cari

Luhut Pandjaitan Akhirnya Angkat Bicara soal Video Ribut di Debat Capres: Saya Menegur Ferdinand

Posted 21-02-2019 11:25  » Team Tobatabo
Foto Caption: Kolase foto Ferdinand dan Luhut Binsar

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara soal video ricuh saat jeda debat kedua Pilpres 2019.

Dalam video 45 detik itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean, terlihat berbicara dengan nada tinggi di hadapan KPU.

Dalam video, Ferdinand Hutahaean meminta KPU untuk mengingatkan calon Presiden nomor urut 01 Jokowi untuk tidak menyerang pribadi calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"KPU harus mengingatkan Jokowi bahwa yang bapak lakukan tadi salah," kata Ferdinand Hutahaean.

"Melanggar aturan," tambah Ferdinand Hutahaean.

Tak berselang lama, terlihat di video Ferdinand Hutahaean kemudian ditarik oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

"Aturan harus ditegakkan," kata Ferdinand Hutahaean ke Luhut Binsar Pandjaitan.

Ketika Ferdinand Hutahaean sedang berbicara, ada sejumlah orang yang tiba-tiba saja seperti ingin menarik Luhut Binsar Pandjaitan ke tempat lain.

Namun, Ferdinand Hutahaean seakan menahan Luhut Binsar Pandjaitan agar tak ditarik.

"Ini opung saya, udah udah, opung saya ini," kata Ferdinand Hutahaean.

Lalu Ferdinand Hutahaean mengikuti langkah Luhut Binsar Pandjaitan yang menuju ke tempat duduk.

Saat di dekat tempat duduk, Ferdinand Hutahaean terlihat membungkukan badan di hadapan Luhut Binsar Pandjaitan.

Soal gestur Ferdinand Hutahaean membungkukan badan di hadapan Luhut Binsar Pandjaitan, Yunarto Wijayamempertanyakan hal tersebut.

Yunarto Wijaya menanyakan mengapa Ferdinand Hutahaean mencium tangan Luhut Binsar Pandjaitan. "Ferdinand itu ngapain cium tangan?" tulis Yunarto Wijaya lewat akun Twitternya.

Yunarto Wijaya juga melengkapai cuitannya dengan emot ikon tertawa.

Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menjawab tudingan Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya soal cium tangan Luhut Binsar Pandjaitan.

Ferdinand Hutahaean lantas menerangkan bahwa dirinya tak mencium lengan Luhut Binsar Pandjaitan.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean, menjelaskan video ricuh saat jeda debat kedua.

Dalam video tersebut terlihat ia berbicara dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan. Setelah itu ia menyalami Luhut.

Ferdinand mengatakan, kejadian itu bermula saat ia memprotes Komisi Pemilihan Umum ( KPU) lantaran Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyerang sisi pribadi Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto lewat isu kepemilikan lahan.

Ferdinand memprotes dengan gaya bicara yang keras. Luhut, kata Ferdinand, lantas mendatangi dan menenangkan dirinya.

"Ya memang saya agak keras, karakter saya memang seperti itu. Nah, pada saat itu Pak Luhut yang duduk di deretan kursi menteri sebagai undangan datang. Sebetulnya Pak Luhut menenangkan saya. Pak Luhut terdengar berkata, 'Sudah Fer, sudah Fer'. Gitu," kata Ferdinand saat dihubungi, Selasa (19/2/2019).

"Jadi Pak Luhut tidak dalam kondisi marah. Yang marah itu saya. Pak Luhut justru menenangkan saya. Mungkin karena beliau juga secara personal secara pribadi kenal dengan saya. Beberapa kali interaksi dengan beliau. Pernah bertemu juga beberapa kali," lanjut Ferdinand.

Ia menambahkan saat itu hendak memprotes dan meminta KPU menegur Jokowi saat itu juga agar tidak menyerang sisi pribadi karena itu bertentangan dengan tata tertib Debat Pilpres 2019.

Namun, ternyata Luhut menghampiri dan menenangkannya dan ia pun mengantarkan kembali Luhut ke tempat duduknya sebagai tamu undangan, bukan di tempat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Dan setelah Pak Luhut kembali ke tempat duduknya saya sebagai anak muda, ya beliau adalah orang tua saya juga ya, secara adat Batak tadi sudah saya sampaikan saya harus memanggil Opung (kakek) kepada beliau," ujar Ferdinand.

"Karena nenek saya juga Panjaitan. Jadi saya menyampaikan minta maaf. Ini bukan marah-marah tetapi ini penegakan aturan. Itu yang saya sampaikan," lanjut dia.

Terbaru, Rabu 920/2/2019) di Istana Presiden, Luhut yang terlihat dalam video berdurasi 45 detik itu mengaku hanya menjadi penengah agar keributan disudahi.

Ia mengaku menegur langsung Anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean.

"Saya bilang sama Ferdinand enggak usah ribut-ribut lah, itu aja," kata Luhut kepada wartawan.

Luhut mengakui bahwa saat itu ia datang sebagai tamu, bukan dalam kapasitas sebagai Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Namun menurut dia, tidak ada yang salah dari sikapnya yang meminta keributan disudahi.

"Ya karena di depan kami sudah banyak, ya saya kan boleh, bilang jangan ribut-ribut. Kan tidak elok dilihat orang. Masa enggak boleh," kata dia.

Luhut sekaligus membantah bahwa ia marah saat itu.

Ia mengaku hanya meminta agar protes BPN kepada komisioner Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu disampaikan usai debat.

"Enggak ada apa-apa, saya enggak ribut, baik-baik saja kok," kata dia.

Adapun protes BPN itu terkait pernyataan capres 01 Joko Widodo yang menyebut Prabowo memiliki lahan 220.000 hektar di Kalimantan Timur dan 120.000 hektar di Aceh.

BPN menilai Jokowi melanggar aturan karena menyerang personal Prabowo.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean juga menyampaikan cerita serupa dengan Luhut.

Ferdinand mengakui sempat memprotes KPU dan Bawaslu dengan nada bicara yang keras.

Kemudian Luhut datang untuk menenangkan.

"Ya memang saya agak keras. Karakter saya memang seperti itu. Nah, pada saat itu Pak Luhut yang duduk di deretan kursi menteri sebagai undangan datang. Sebetulnya Pak Luhut menenangkan saya. Pak Luhut terdengar berkata, 'Sudah Fer, sudah Fer'. Gitu," kata Ferdinand saat dihubungi, Selasa (19/2/2019).

Keributan yang terjadi antara pendukung Jokowi dan Prabowo saat jeda debat capres pertama kali diketahui melalui video yang diunggah Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief di akun Twitternya.

Lewat akun Twitter @AndiArief__ ia menulis, "Partai Demokrat tadi malam protes keras KPU yang membiarkan terjadinya serangan yg melanggar aturan".

Dalam video berdurasi 45 detik itu terlihat sejumlah anggota TKN dan BPN adu mulut.

Dari kubu Prabowo tampak Juru Bicara BPN Ferdinand Hutahaean, Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso, hingga Wakil Ketua BPN Jansen Sitindaon.

Sementara dari pihak Jokowi terlihat Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur TKN Aria Bima, dan Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni.

Atas keributan itu, pihak KPU dan Bawaslu turun tangan. Ketua KPU Arief Budiman; komisioner KPU, Wahyu Setiawan, Hasyim Asy'ari; Ketua Bawaslu Abhan; anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar; dan yang lain berusaha melerai kedua pihak.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah