Cari

Ratusan Hektar Padi Sawah Gagal Panen, Warga Doa Bersama

Posted 28-02-2015 01:21  » Team Tobatabo

Ratusan warga Desa Kentara, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi melakukan doa bersama, Kamis (26/2) di Lumban Sakkalan Kentara. Doa bersama tersebut mereka lakukan untuk meminta kepada Tuhan supaya mulai musim tanam hingga panen, padi mereka dapat berhasil dipanen tanpa ada gangguan.

Tokoh Masyarakat Kentara, H Sihombing (77) dan E Pakpahan (50) mengakui ibadah dan doa bersama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kebersamaan penanaman padi dan meminta kepada Yang Maha Kuasa menjauhkan dari hama yang mengakibatkan gagal panen terutama hama tikus  sehingga memberikan hasil melimpah.

“Sebenarnya, di gereja juga sudah ada partangiangan boni, tetapi hanya di gereja tertentu dilaksanakan kegiatan tersebut. Kami melaksanakan kegiatan doa dan makan bersama warga sekitar Desa Kentara ini, untuk menyatukan dan menyamakan pendapat saat tanam nantinya dapat serentak,” tuturnya.

Ditambahkan Sihombing, panen padi sawah kali ini mengalami gagal panen yang diakibatkan hama tikus yang mengganas, sehingga seluruh warga melakukan ibadah dan doa bersama dengan kesiapsediaan warga untuk melakukannya.

“Kegiatan ini merupakan kesukarelaan warga secara bersama-sama untuk dilaksanakan, mengingat hasil penen padi dua tahun terakhir ini sangat mengkhawatirkan karena hama tikus. Dengan doa bersama dan pola tanam serentak, kami berharap Tuhan akan mengabulkan doa dan permohonan kami ini dengan hasil yang melimpah,” tambahnya.

Pakpahan menambahkan, doa bersama ini bukan ibadah saja tetapi juga mengevaluasi hasil panen secara bersama-sama sehingga secara bersama mengetahui apa saja penyebab penurunan hasil panen selain dari hama tikus.

“Melihat hasil panen hampir dua tahun ini kami mengalami kemunduran, juga disebabkan irigasi air tidak mencukupi untuk areal persawahan sehingga penanaman padi tidak bisa secara serentak dan setelah penanaman sawah sering mengalami kekeringan yang kami duga sebagai salah satu pemicu maraknya hama tikus,” katanya.  

Pantauan SIB di Lumban Sakkalan, setelah doa bersama warga tetap berkumpul untuk mengevaluasi hasil panen akhir- akhir ini. Warga sangat antusias saling bertukar pendapat satu sama lain.

 

Sumber

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah