Cari

Polisi Berlakukan Sistem Buka Tutup di Jalur Utama Siantar-Parapat

Posted 26-04-2017 01:04  » Team Tobatabo
Foto Caption: Situasi Jalan Amblas di Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Selasa (25/4/2017).

Akses jalur utama dan lalu lintas Siantar-Prapat di Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun sempat nyaris terputus total akibat longsor, Selasa (25/4)

Namun, berdasarkan keterangan Kanit Regident Unit Lantas Polres Simalungun, Idham mengatakan, sejak Selasa (25/4) pukul 18.35 WIB, jalan sudah diperbaiki dan bisa dilalui untuk dua arus. Kondisi jalan yang sempat amblas separuh jalan dengan kedalaman hampir empat meter sudah ditimbun tanah dan dilakukan pengerasan. "Arus lalu lintas sudah mulai mencair (lancar). Sekarang masih pakai sistem buka tutup satu arus. Mudah-mudahan malam ini selesai diperbaiki dan sudah bisa difungsikan kembali dua arus seperti biasanya," jelas Idham yang berada di lokasi kejadian. 

Sejak Selasa (25/4) pagi, akses jalan utama Siantar-Prapat nyaris terputus total. Aspal jalan amblas sedalam empat meter sehingga jalan tak bisa dilalui pengendara. Aspal amblas disebabkan tanah longsor yang terjadi sejak Senin sore (24/4).

Camat Dolok Panribuan Boas Manik menjelaskan beberapa bantuan evakuator dari berbagai instansi sudah dikoordinasikan yakni dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas PU dan pihak PT Toba Pulp Lestari yang memberi bantuan berupa alat berat. 

"Ini kita sudah koordinasikan dengan beberapa instansi. Termasuk dengan pihak PT TPL yang menurunkan dua alat berat Kejadiannya sudah dari semalam sore ini. Aspal amblas hingga membuat lalu lintas nyaris macet total," katanya

Dampak longsor ini ratusan mobil truk dari arah Siantar dan Prapat terpaksa mengantre giliran jalan. Begitu juga dari arah sebaliknya. Ratusan warga juga tampak menonton kejadian langsung di TKP. Alat berat milik PT Toba Pulp Lestari digunakan untuk meratakan tanah dan mendorong mobil truk yang terpacak di dalam jalan yang rusak. 

Deny, pengemudi mobil Avanza mengaku terpaksa antre hampir dua jam saat hendak melintas menuju Parapat. Dirinya tak menyangka kondisi jalan nyaris putus total. 

"Gak tahu saya ada longsor gini. Ini nunggu hampir juga dua jam. Nunggui mobil truk itu banyak kali, karena satu-satu jalannya. Apalagi ada yang harus disorong pakai alat berat. Syukurnya tetap bisa dilalui meski antre panjang dan lama. Mau balik arah sudah tanggung karena sudah separuh jalan," katanya.

Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Sonny Harsono mengatakan saat ini jalur utama bisa dilalui pengguna jalan Siantar-Parapat. Namun pihaknya juga menyarankan dua jalur alternatif yang bisa dilalui pengguna lalu lintas. 

"Saat ini masih bisa dilalui pengguna jalan. Kita menerapkan sistem buka tutup di satu arah jalan. Beberapa personel sudah dikerahkan. Sekarang juga lagi dilakukan pengerukan dan penambalan jalan," kata Sonny Harsono. 

"Untuk jalur alternatifnya ada dua dari Siantar. Pertama bisa masuk melalui Simpang Sidamanik-Horbus-Tanjung Dolok Simpang Simarjarunjung. Kedua bisa dari Simpang Dua-Simpang Raya-Dolok Pardamaian-Tanjung Dolok," lanjut Sonny.

Sonny mengimbau masyarakat bersabar. Penyebab longsornya jalan disebut karena adanya pipa air PDAM yang diduga rusak sehingga membuat kondisi tanah dan aspal tergerus hingga menyebab bencana longsor.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah