Cari
 Narasi
 Diposting 16-06-2017 21:48

Menantu Batak Sering Sekali Tidak Akur Dengan Mertuanya

Foto Caption: Ilustrasi Istri istri Batak Manortor(tya napitupulu/flickr)

Menantu yang baik adalah idaman setiap mertua (simatua) yang berparumaenkan wanita batak apalagi mampu memberi kebahagiaan didalam kehidupan suaminya.

Pandangan mertua untuk memilih menantunya yang dianggap uli rupana, bagak pangalahona, burju maramang-amang, burju marsimatua lengkap sudah lah kriteria setiap mertua dalam memiliki sang menantu seperti itu.

Baca juga Poda Ni Dainang Taringot Tu Namar Parumaen

Tapi jarang sekali di dunia ini maupun dikalangan orang batak untuk bisa mendapatkan menantu yang dikatakan hampir sempurna ini karena disetiap kelebihan pasti ada kekurangan setiap manusia.

Ini salah satu bentuk upaya untuk menjadi yang terbaik dimata mertua apalagi mertuanya dikatakan reteng (hehehe).

Sebagian permasalahanyang timbul antara menantu dan mertua di dalam adat batak pada umumnya adalah sebagai berikut :

  • Menantu umumnya sering memikirkan kepentingan sendiri untuk hidup berkeluarga (pilih kasih). Contohnya : menantu lebih pro terhadap keluarganya dibandingkan keluarga suaminya sehingga mertua berpikir bahwa menantunya itu tidak ingat akan dirinya.
  • Di setiap acara adat dari pihak lelaki atau suami, istri jarang hadir solah-olah menganggap bahwa keluarga suami itu bukan berperan sebagai keluarganya juga. Contohnya : Istri dikatakan dalle karena kurang paham tentang adat namun tidak ingin belajar tentang adat.
  • Menantu sering dianggap mertua sebagai orang ketiga diantara anak dan ibunya. Contohnya : Mertua berpikir mengapa anaknya menjadi kurang perhatian terhadap dirinya? Apa karena sang istri yang terlalu mengekang dia?

Memang didalam hidup berkeluarga itu gampang-gampang sulit yah angka dongan. Untuk mendapatkan sebagai orang yang mutlak dikatakan sebagai kriteria mendekati sempurna itu tidak bisa didapat tanpa ada perbuatan.

Baca juga Sulitnya Mengesampingkan Gengsi di Pernikahan Adat Batak

Dan apakah pendapat angka dongan terhadap artikel diatas? Dan saya yakin kalau menantu itu bukan rival mertua karena dua sosok perempuan hadir untuk memberikan kebahagiaan kepada anaknya.

Apalagi halak batak dikatakan orang yang menjunjung tinggi kekerabatan baik keluarga, dilingkungan rumah, dilingkungan kerja, dan lain-lain. Dan jika semua kriteria diatas bukan menjadi alasan kita untuk meninggalkan sang suami yah! hehehe

Supaya kita juga dapat dikatakan keluarga batak yaitu keluarga Nagabegabeon.

Baca juga Bahasa-Bahasa 'Planet' Anak Sumatera Utara Yang buat Ngakak, Cok kau Baca!

Baca Juga Apa Saja Hak Boru Batak Setelah Menikah? Cewek Batak Harus Tahu!

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah