Cari

Biadab, Untuk Menutupi Aksi Kriminal Steven Sengaja Dilindas Motor

Posted 23-06-2017 12:38  » Team Tobatabo
Foto Caption: Para pelaku pembunuh Steven Sigalingging yakni Jefri Sinaga dan Simson Hutapea.

Petugas Satreskrim Polres Binjai berhasil menangkap  tiga pelaku pembunuhan Steven Sigalingging. Ketiganya adalah: Jefri (21), warga Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Simson (23), warga Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Jati Negara, Kecamatan Binjai Utara, dan MS alias Nando (24), warga Jalan Turiam, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur.

Steven dibunuh karena para pelaku kesal setelah menginformasikan bahwa roda empat yang sebelumnya dirental pelaku dijual kepada orang lain.

Polisi turut mengamankan barang bukti, satu unit sepeda motor Honda CBR putih BK 2286 RAQ, telepon genggam milik korban, dua telepon genggam milik tersangka, dan pakaian korban.

"Satu tersangka, yakni Jefri terpaksa kita tembak kakinya, karena berupaya melawan," kata Kapolres Binjai, AKBP Mohamad Rendra Salipu, didampingi Kasat Reskrim, AKP Ismawansa, dan Kanit I Jahtanras, Ipda Tono Listianto, Senin (19/6) di Polres Binjai.

Kapolres menjelaskan, penangkapan ketiga tersangka tidak terlepas dari terungkapnya identitas korban, pada Jumat (16/6) lalu.

Setelah Tim Opsnal Unit I Jahtanras menggelar oleh tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan beberapa saksi mata, satu per satu tersangka penganiaya dan pembunuh korban akhirnya bisa ditangkap.

"Kebetulan, seluruh tersangka kita tangkap dari tiga lokasi terpisah, dalam tempo tiga hari berturut-turut," katanya.

Katanya, awalnya mereka hanya ingin memberi pelajaran kepada korban. Tujuannya, agar korban tutup mulut, terkait aksi penggelapan mobil rental yang mereka lakukan.

Ketiga tersangka awalnya menganiaya korban di areal TPU Muslim, Pasar VI Tandam, Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara.

Namun begitu menyadari kondisi korban sudah kritis, akhirnya ketiga tersangka membawa pria tersebut ke Jalan Kamboja. Di tempat itu, mereka pun menghabisi nyawa korban, dengan cara melindas tubuhnya menggunakan sepeda motor.

"Jadi, yang berperan sebagai eksekutor ialah tersangka Nando. Sebab dia dengan sengaja melindas tubuh korban dengan sepeda motornya, seolah-olah pria tersebut tewas akibat tabrak lari," jelasnya.

Kapolres mengaku mempersangkakan ketiga tersangka melanggar Pasal 340 Subs Pasal 365 Ayat (3), tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal berupa pidana mati.

Awahnya Steven Sigalingging, korban pembunuhan oleh temannya, meradang mengetahui pembunuh anaknya adalah orang yang dikenalnya.

Bahkan satu di antaranya pembunuh anaknya adalah orang yang kerap datang ke rumahnya, bermain bahkan makan di rumahnya.

"Jefri Steven Sinaga itu sukak ke rumah. Makan pun sering di rumah," katanya sembari mengomel di Polres Binjai, Senin (19/6).

Dia mengaku tidak habis pikir mengapa Jefri dan Simson dan serta Mindonta Sebayang tega membunuh anaknya. "Tega kali kalian itu. Aku berharap kalian dihukum berat," katanya.

Ibu Steven juga mengamini pernyataan suaminya. Katanya Simson juga sering bertandang ke rumahnya walau pun hanya sekadar berada di depan rumah.

Pelaku Ditembak Saat Melawan

Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai berhasil menangkap pembunuh Steven Sigalingging (21) warga perumahan Korem Timbang Langkat, Minggu (18/6).

Kedua pelaku yakni Jefri Steven Sinaga (21) warga Soekarno Hatta no 179, Binjai Utara dan Simson Hutapea (23) warga Jalan Cut Nyak Dien no 17, Binjai Utara.
Kabag Humas Polres Langkat, AKP L Tarigan mengatakan, Jefri ditangkap di Jalan Ikan Hiu Binjai Timur. Pria bertubuh kurus ini terpaksa ditembak di bagian kaki karena melawan saat akan ditangkap.

Sedangkan Simson Hutapea berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di desa Laguboti, Samosir. Dia ditangkap saat sedang tidur.

"Jefri kita tangkap pada hari sabtu sekitar pukul 16.00 WIB sedangkan Simson ditangkap pada hari ini (minggu) sekitar pukul 06.30 WIB," katanya.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Ismawansa mengatakan pembunuhan terhadap Steven dilatarbelakangi sewa menyewa kendaraan rental.

Katanya, kedua pelaku awalnya hendak meminjam mobil rental. Steven yang merupakan kenalan para pelaku akhirnya meminjam avanza milik orang lain.

"Namun oleh ke dua pelaku kendaraan malah dijual. Korban yang meminta penjelasan keberadaan mobil malah dibunuh untuk menghilangkan jejak," katanya.

Sebelumnya warga warga kelurahan pahlawan heboh dengan penemuan jenazah Steven di pinggir jalan pada Kamis (15/6). Di tubuh korban ditemukan luka penganiayaan.

Dikutip dari Tribun Medan
Tags
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah