Cari

Empat Pelaku Curanmor Terpincang-pincang Ditembak Polisi

Posted 17-10-2017 15:35  » Team Tobatabo
Foto Caption: Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean dan Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba ketika menginterogasi para tersangka pelaku pencurian motor yang kakinya ditembak karena melawan, Senin (16/10/2017).

Empat sindikat pencurian kendaraan bermotor yang kerap beraksi di Kota Medan akhirnya diringkus Unit Reskrim Polsek Percut Seituan.

Karena melawan saat ditangkap, petugas Polsek Percut Seituan yang dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba menghadiahi empat tersangka dengan timah panas.

loading...

Adapun para tersangka yang ditembak itu masing-masing Ridwan Syahputra Hasibuan alias Ucok (19), Josten Samosir (22), Johannes Pakpahan alias Eko (22) dan Jibril Pasaribu (21). Keempatnya ditangkap di tempat persembunyiannya yang ada di Pasar VII Tembung, Deliserdang.

"Terakhir kali beraksi, keempatnya ini mencuri sekaligus dua unit motor yang ada di kos-kosan Jalan Kapten Jamil Lubis, Tembung pada Kamis (12/10/2017) kemarin. Adapun motor yang dicuri yakni Honda Supra X 125 BB 2743 HS dan Yamaha R15 BK 2191 AGU," kata Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean, Senin (16/10/2017) siang.

Perwira berpangkat satu melati emas di pundak ini mengatakan, setelah menerima pengaduan dari pemilik motor masing-masing Ahmad Habibi dan Syafriandi, Pardamean memerintahkan Unit Reskrim turun ke lapangan. Alhasil, didapatilah ciri-ciri kedua tersangka.

"Kemarin malam keempatnya kami tangkap. Namun, saat diamankan, para tersangka melawan dan berusaha melarikan diri," ungkap Pardamean.

Sesuai prosedur, polisi sempat meletuskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Karena tidak diindahkan, petugas terpaksa mengarahkan senjata apinya ke bagian kaki tersangka.

"Kami masih mengembangkan kasus ini lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat. Jika nanti ada perkembangan, akan kami sampaikan," pungkas Pardamean.

Setelah ditembak di bagian kaki, keempat tersangka berjalan terpincang-pincang. Lantaran tak kuasa menahan sakit di kaki, keempatnya saling berangkulan ketika dihadirkan dalam gelar pemaparan.(*)

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah