Cari

Tertangkap! Pelaku Pelemparan Batu di Jalur Tol Kualanamu Seirampah Ditanya Ngak Nyambung

Posted 02-11-2017 12:32  » Team Tobatabo
Foto Caption: Pelaku yang diduga melakukan pelemparan batu di jalur tol, G alias Igun

Polres Serdangbedagai dikabarkan telah berhasil menangkap satu orang yang diduga sebagai pelaku pelemparan kendaraan yang terjadi di jalur tol Kualanamu Seirampah.

Informasi yang dihimpun pelaku tersebut berisial G (37) alias Igun warga Desa Sungai Mulyo Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdangbedagai. Hingga kini ia pun masih ditahan di Mapolres Serdangbedagai.

Terkait hal ini Kapolres Serdangbedagai, AKBP Eko Suprihanto yang dikonfirmasi Tribun, membenarkan kalau pihaknya ada menangkap satu orang pelaku yang diduga sebagai pelaku pelemparan kendaraan di jalur tol. Disebut kalau saat ini pihaknya masih ingin memastikan lebih lanjut apakah pelaku sebenarnya orang yang mereka tangkap tersebut atau bukan.

Dikatakan kalau saat ini dari sekian banyak informasi kasus pelemparan baru satu orang saja korban yang membuat laporan ke Polres.

" Sekarang masih kita periksa orangnya termasuk mau memeriksa kejiwaannya. Kenapa saya bilang seperti itu lantaran orang yang kita tangkap ini kalau ditanya gak nyambung. Sepertinya ada gangguan jiwanya juga,"ujar Eko Suprihanto Rabu, (1/11/2017).

salah satu mobil korban pelemparan di tol kualanamu

Ia menjelaskan setelah mendengar banyaknya informasi akan pelemparan batu di jalur tol, pihaknyapun langsung terjun ke lokasi untuk memantau setiap jembatan-jembatan penyebrangan yang melintasi tol. Disebut pelaku G ini baru berhasil diamamkan dua hari sebelumnya.

" Ya setelah kita pantau baru kemudian dia kita dapati melakukan pelemparan. Itulah langsung ditangkap dan kita bawa ke Polres. Cuma itulah kemungkinan ada gangguan jiwa dia, karena kita tanya sama orangtuanya juga rupanya memang dia ada mengalami gangguan jiwa gitu. Dia pun ditangkap di dekat KM 56 bukan di KM 66,"kata Eko.

Kasus pelemparan di jalur tol ini sempat heboh dan muncul di media sosial pada pertengahan Oktober lalu. Saat itu sempat dikabarkan oleh pihak Jasa Marga kalau jumlah kendaraan yang rusak akibat pelemparan ini mencapai 12 unit kendaraan dimana kejadiannya terjadi tepatnya di KM 66. Kapolres Eko sendiri sempat mengutarakan kepada wartawan kalau dirinya menduga kejadian itu bukan disengaja melainkan akibat terlontarnya batu krikil yang masih tersisa di tol.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah