Cari
 Wisata
 Diposting 07-11-2018 14:47

Happy And Fun di Air Terjun Batu Papan Desa Pardomuan Ajibata

TOBASA - Suara percikan air yang segar disertai kicauan burung-burung memberikan nuansa alam yang menenangkan saat berwisata ke Air Terjun Batu Papan Desa Pardomuan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir.

Lokasi tersebut hanya berjarak sekitar 5 Kilometer dari Pelabuhan Ajibata.

Pengunjung dianjurkan menggunakan sepeda motor, lebih menantang bila mengendarai sepeda motor trail.

Bergerak perlahan menyusuri desa-desa yang masih dibentengi tumbuhan bambu, sesekali pengunjung disuguhi pemandangan aktivitas pedesaan.

Anda dapat melihat bagaimana keseharian warga ataupun lainnya.

Pengunjung yang ingin benar-benar merasakan sensasi berpetualang di alam rimba, di tempat ini dapat membuktikannya.

Ke lokasi air terjun hanya ada jalan setapak yang harus dilalui.

Anda tidak perlu kaget, jika musang berukuran besar tiba-tiba muncul dari pohon bambu menjadi pemandangan bonus dalam perjalanan.

Pohon-pohon kayu alam menjulang tinggi dan masih dihinggapi berbagai jenis burung.

Mendekati air terjun, medannya jalan semakin curam dan menantang.

Namun, keindahan akan semakin lengkap ditandai suara deburan air dialam yang masih perawan tersebut.

Dari balik dedaunan, seketika anda akan melihat air mengalir menyerupai balutan kapas bewarna putih menuruni celah-celah bebatuan.

Borist Sirait, warga setempat mengatakan saat ini mereka sedang berupaya memperbaiki akses ke lokasi.

Menurutnya, aliran air terjun tersebut juga berpotensi untuk mini rafting.

"Airnya jadi ga bisa bermanfaat untuk rafting mini, meski hanya untuk happy fun," ujar pria yang gencar menghidupkan pariwisata di Danau Toba ini.

Kata Borist, uniknya lagi pengunjung nantinya bisa melihat latihan pencak silat tradisional Batak "Moccak Batak" di air terjun tersebut.

Rangkaian itu akan menjadi persembahan bagi wisatawan yang datang ke Batu Papan Ajibata.

Disebut Borist, belum ada penebangan-penebangan liar di wilayah itu sehingga keasrian alam masih terjaga.

Tumbuhan endemik toba seperti anggrek toba yang mereka lestarikan masih bisa diperlihatkan ke pengunjung.

"Ada rotan, Anggrek Toba, serta Ihan Batak (ikan batak) yang melawan arus air terjun," jelasnya.

Sementara itu, Benny Siallagan pengunjung air terjun mengaku kagum atas suguhan dan keasrian alam di sana.

Benny berpendapat, agar warga, baik pemerintah benar-benar memanfaatkan tempat tersebut untuk lokasi wisata.

"Daerah yang cantik ini harus diperbaiki atau dikelola pemerintah setempat serta dipromosikan dengan baik," pungkasnya.

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah