Cari

Hal-Hal Nasomal Yang Memberi Kesan 'Ribet' Dalam Acara Mangulosi Pernikahan Batak Toba

Posted 23-11-2018 16:38  » Team Tobatabo
Foto Caption: Pengantin Batak

Seiring perkembangan zaman banyak penambahan atau perubahan dalam pelaksanaan tatanan tata cara Adat dan Budaya Batak Toba.Kita coba membahas salah satu yaitu acara dalam Adat Batak Toba yaitu Pesta Adat Pernikahan.

“Mangulosi Pengantin/Pemberian Ulos ke Pengantin”

Baca juga Jenis Ulos Dan Fungsi Ulos Tersebut Didalam Kehidupan Adat Batak

Pernikahan Adat Batak Toba yang sakral banyak penambahan dan penomena yang tidak perlu sehingga mengurangi kesakralan acara,dalam tatanan pelaksanaan Adat Pernikahan contoh soal:

1) Pemberian Ulos ke Pengantin yang kadang salah antara menggunakan Ulos Ragi Hotang dan Ulos Sadum.

Kalau yang saya ketahui dan selalu dipesankan Ompungku, yang harus diberikan Ulos ke Pengantin adalah Ulos Ragi Hotang (Simbol pernikahan itu seperti kekuatan Rotan yang sulit patah)

2) Ulos Sadum adalah Ulos dari Tapsel bukan Ulos Toba jadi sangat miris sebenarnya Etnik Batak Toba cenderung banyak menggunakan Ulos Sadum dalam tatanan pelaksanaan Adat Batak Toba.

3) Proses pemberian Ulos dari pihak Perempuan atau Parboru sudah banyak penambahan dengan menggunakan lagu contoh:

  • Borhat Ma dainang
  • Burju marsimatua

Bahkan Pengantin sampai dikelilingi Pihak Parboru/Perempuan saat proses pemberian dan bahkan sampai langsung ke pemberian Ulos,kadang ada yang manortor sambil keliling kurang pas dan kelihatan kaku tidak mengikuti ritme lagu Batak (karena irama lagunya lambat)

4) Memakai jasa Penari memberikan Ulos ke pihak Parboru/Perempuan,penomena ini sudah banyak untuk menunjukan satu kreatifitas baru atau karena yang punya pesta menjaga gengsi.

Hasil pengamatan saya masih banyak yang harus diperbaiki,alangkah bagusnya prosesi itu diatur sedemikian rupa sebelum pemberian ulos dari Penari ke Parboru ada Raja Parhata yang meminta gondang untuk mendukung kesakralan prosesi itu karena Pernikahan itu sakral dan yang utama jangan terlalu lama.

Pendapat saya semua ini bagus,tapi izinkan saya sebagai pemerhati Adat Budaya Batak memberikan pendapat:

  1. Gunakanlah Ulos Batak Toba sesuai kegunaannya dalam acara Adat Istiadat Batak Toba
  2. Boleh menambahi lagu dalam proses sebelum pemberian Ulos ke Pengantin tapi lagu tersebut cukup untuk di nyanyikan bersama untuk memotivasi Pengantin karena lagunya memang berisi pesan pesan baik tapi tidak perlu sampai dikelilingi
  3. Setelah lagu tersebut dinyanyikan Pihak Perempuan atau Parboru mintalah Gondang Batak yang cocok untuk mengiringi proses pemberian Ulos bukan dengan lagu,karena Ulos,Gondang dan Tor-Tor satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.Itulah baru dinamakan Pernikahan itu sakral dalam proses Adat Pernikahan Batak Toba.
  4. Jangan lupa memberikan atau membuat beras/harbue pir ke kepala/Simanjujung ke Pengantin (nanti khusus harbue Pir/Beras saya akan buat ulasan lagi) "Ingot ingot,, ingot ingot"

Mohon maaf bila kurang lebih ulasan saya

Horas, Salam Namo Budaya, Rahayu, Walujati, Namaste

Ditulis oleh Rismon Sirait

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah