Cari

Bocah 6 Tahun RA Nainggolan Pura-pura Pingsan saat Ibunya Dibunuh Kawanan Rampok, Jadi Saksi Kunci

Posted 21-02-2019 17:26  » Team Tobatabo
Foto Caption: Pihak kepolisian Polsek Bandar Seikijang mengevakuasi jasad wanita korban pembunuhan dari TKP. (Polsek Bandar Seikijang)

RIAU - RA Nainggolan (6) berpura-pura pingsan saat melihat ibunya, E Br Sihombing (39) menjadi korban pembunuhan oleh orang tak dikenal (OTK), di PT CDSL Afdeling 1 blok A Kelurahan Sekijang Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (19/2/2019) pagi.

Dikutip dari TribunPekanbaru, hal itu diungkapkan oleh Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan melalui Kapolsek Bandar Seikijang AKP Yusuf Purba, Rabu (20/2/2019).

loading...

Yusuf Purba bercerita, Nainggolan yang saat itu pura-pura pingsan dan ditinggalkan oleh pelaku, langsung berlari ke arah kompleks rumahnya.

Saat itu hanya ditemukan kendaraan korban jenis Vixion yang dalam posisi tergeletak di tanah.

Warga pun mencari keberadaan korban.

Setelah pencarian satu jam, sekitar pukul 08.15 WIB, korban akhirnya ditemukan di dalam kanal dengan kedalaman sekitar 30 cm.

Kondisi korban terlungkup dan tidak bernyawa lagi.

Yusuf Purba mengatakan pada hasil autopsi, ada luka lecet di dagu korban, sehingga diperkirakan korban dicekik.

"Kemungkinan korban dicekik. Karena ada bekasnya," ujar Yusuf Purba.

Sedangkan suami korban menuturkan kepada polisi, saat itu istrinya membawa sejumlah uang dan dua handphone yang diletakkan di dalam kantong plastik.

Korban diketahui merupakan orang yang mengkreditkan alat-alat elektronik ke warga.

Diperkirakan kantong plastik telah dibawa oleh pelaku.

Penuturan Anak Korban

loading...

Yusuf Purba kembali menjelaskan, sang anak korban, Nainggolan menjadi satu-satunya saksi kunci dalam pembunuhan ibunya.

Sebab hanya anak korban yang mengetahui proses pembunuhan tersebut.

Namun polisi kesulitan mengidentifikasi jumlah pelaku, lantaran cerita sang anak berubah-ubah.

Sesekali anak korban menyebut ada dua pelaku, terkadang menyebut empat orang.

Diduga keterangan sang anak berubah-ubah karena saat kejadian, sang anak pura-pura pingsan.

Penuturan yang pasti, si anak mengatakan pelaku memakai sepeda motor, dengan menggunakan penutup wajah dan hanya terlihat pada bagian mata.

Selain itu pelaku juga mengenakan jaket dan sarung tangan.

Kronologi Lengkap

Diceritakan kembali oleh Yusuf Purba, saat itu korban sedang mengantarkan anaknya, RA Nainggolan (6) ke sekolah di SDN 001 Kelurahan Sekijan, Selasa (19/2/2019), pukul 07.00 WIB.

Korban menggunakan kendaraan roda dua jenis Vixion mengantar anaknya.

Sekitar 1 KM dari kompleks rumahnya korban, atau di lokasi kejadian yakni PT CDSL Afdeling 1 blok A Kelurahan Sekijang, ada portal yang biasanya selalu terbuka.

Namun pada saat itu portal sedang tertutup.

Diduga portal sengaja ditutup pelaku.

"Saat kejadian, portal tertutup. Sehingga korban diduga turun di motor untuk membuka portal," kata AKP Yusuf Purba.

Saat korban turun dari motor, diduga saat itulah pelaku datang.

Pelaku langsung melakukan pembunuhan kepada korban.

Saat itu, Nainggolan yang berada di lokasi langsung pura-pura tak sadarkan diri atau pingsan.

Setelah pembunuhan selesai dan para pelaku pergi, anak korban berlari ke kompleks rumahnya.

Nainggolan kemudian bertemu tetangganya dan menceritakan apa yang dialami ibunya.

Para tetangga yang mendengar langsung menceritakan kepada suami korban.

Setelah itu warga beramai-ramai menuju lokasi korban.

Dugaan Motif

Sementara itu, Yusuf Purba mengatakan dugaan motif pembunuhan ini adalah perampokan.

Hal ini terlihat dari hilangnya barang korban.

"Dugaan kita motifnya perampokan ya," kata Yusuf Purba, Rabu (20/2/2019).

"Motor korban tidak dibawa. Jadi perkiraan pelaku menduga di plastik asoy itu duit yang banyak. Ternyata tidak. Ini perampokan yang tidak matang dan salah informasi. Itu dugaan kita," kata AKP Yusuf Purba.

Polisi hingga saat ini masih menyelidiki dan mencari saksi lainnya.

Sementara itu, jenazah korban akan dikebumikan di Medan.

"Sementara belum kita minta keterangan soalnya membawa korban ke Medan untuk dikebumikan," ujarnya.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah