Cari

Terkait Pembunuhan Pendeta Melinda, Akun Facebook Siboru Nadangol Mendadak Viral dan Sampaikan Maaf

Posted 29-03-2019 10:16  » Team Tobatabo
Foto Caption: Wanita mendadak viral di saat peristiwa pembunuhan pendeta Melinda

Dua pelaku pembunuhan calon pendeta Melinda berhasil dibekuk Tim gabungan polres OKI dan Polda Sumatera Selatan, pada Rabu (27/3/2019). 

Kedua kaki masing-masing pelaku dihadiahi timah panas.

loading...

Kedua tersangka diamankan dan dibawa dari Desa Air Sugihan, Palembang, Kamis (28/3/2019).

Kedua kaki masing-masing pelaku dihadiahi timah panas.

Kedua tersangka diamankan dan dibawa dari Desa Air Sugihan, Palembang, Kamis (28/3/2019).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres OKI, AKBP Doni Eka Saputra dalam keterangannya, Kamis (28/3/2019).

"Iya benar dua tersangka sudah diamankan sejak kemarin (Rabu). Jumat (29/3/2019) akan dipaparkan oleh Kapolda langsung," jelasnya.

Namun atas peristiwa pembunuhan secara sadis itu, seorang atas nama akun facebook @Siboru Nadangol mendadak viral di media sosial.

Akunnya ramai diperbincangkan dan dibagikan. Bahkan, terjadi pergunjingan dan keresahan sesama warga net. 

Berikut beberapa tanggapan warga net di media sosial:

Mohon maaf kpd saudara2 dari Suku Nias atas perilaku oknum Batak seperti ini.

Kita turut berduka dan sgt sedih atas peristiwa yg menimpa saudari kita calon Ibu Pdt Meilinda,
Dan kita semakin sedih ada oknum masyarakat Batak yg malah kehilangan rasa kemanusiaan, bersenang2 diatas duka yg mendalam.

Apapun persoalannya dgn siapapun tdk semestinya tertawa atas meninggalnya Calon Ibu Pendeta trsb.

loading...

Untuk menyikapi hal ini, maka kami meminta kpd Pihak Kepolisian Wilayah Palembang agar menelusuri lbh lanjut terkait postingan saudari kita Siboru Nadangol ini, karena kalau melihat di profil fb nya yg bersangkutan juga berada di Palembang, artinya tdk tertutup kemungkinan mereka ada persinggungan dan barangkali ada bukti petunjuk terkait meninggalnya korban.

Semoga pelaku cepat tertangkap!!!
Kita tdk membenarkan tindakan pembunuhan!
Semoga alm tenang disisi-Nya. Amin.

Demikian postingan akun @PecintaBudayaBatak merespon viralnya tulisan pernyataan akun Facebook @SiboruNadangol yang ramai dibagikan warga net setelah terjadinya peristiwa dugaan pemerkosaan dan pembunuhan calon pendeta Melinda. 

Berikut tulisan akun @SiboruNadangol:

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, teks

Sebagaimana diketahui, Melinda berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara. 

Setelah diperingatkan warga net lain atas komentarnya pada unggahan duka cita pada akun @Tranriska Garamba, akun @SiboruNadangol itu pun memberikan jawaban, seperti berikut:

Gambar mungkin berisi: teks

"Mulutmu harimaumu, jadi jagalah, jangan satu orang yang menyakitimu jadi semua kau salahkan. Tidak etis. Saya sebagai boru batak malu lihat postinganmu itu. Biar kau tau, cari satu teman di dunia ini susah, tapi untuk mencari seratus musuh sangat gampang. Lihat nih sekarang sudah banyak yang gak suka sama sifatmu. Apa kau merasa nyaman?" komentar akun @Lambok Sihombing menaggapi jawaban akun @SiboruNadangol tersebut. 

Setelah viral, akun @SiboruNadangol pun memberikan permintaan maafnya. 

Berikut pernyataannya:

Keterangan foto tidak tersedia.

"Ini cewek seperti ada kaitanya dengan kematian Melinda,..
dua hal yg harus pertanggung jawabkan olehnya..
1. PENGHINAAN SUKU BANGSA itu dah jelas UU-nya.
2. Unsur kebencian itu juga jelas ada UU-nya.
Kasus ini gak segampang itu minta maaf di medsos, harus ditelusuri dulu oleh pihak yang berwajib," tanggapan warganet lainnya. 

"Jangan menghujat suku , hati2 setiap mengeluarkan statement, UU IT cukup kuat membuat anda terseret pidana," komentar tanggapan dari akun @Edward Hutagalung. 

Menilik dari status Facebook @Siboru Nadangol ini, ia tinggal di Palembang.

Terlihat juga di akunnya, bahwa salah satu saudari akun @Siboru Nadangol tersebut disebutkan berada di daerah yang sama dengan korban.

Beberapa statusnya yang di-capture oleh warganet seolah-olah menandakan bahwa dia pemilik akun @Siboru Nadangol tersebut sedang berusaha membalas dendam kepada seseorang.

Siapa dalang di balik pembunuhan itu?

Akun facebook @Siboru Nadangol ini pun ramai dikunjungi warganet. Ribuan beragam komentar amarah warganet tertuju padanya. 

 

"Setahu saya sampai sekarang suku Nias dan suku Batak itu damai sekali lho, banyak dari suku Batak kerja dinias demikian sebaliknya secara umum saya lihat, aman" saja. Tapi dg postingan" mu saudari justru merunyamkan situasi. Kami Nias sungguh sedang berduka dg yg terjadi kpd saudari kami Pdt Meli," komentar akun @Yester Zay menanggapi akun @Siboru Nadangol.

Saat berita ini diunggah, tribun-medan.com telah mencoba mengontak akun @Siboru Nadangol  terkait postingan dan pernyataannya tersebut hingga mendadak viral dan bahan pergunjingan di kalangan warga net, tapi tidak ada tanggapan.

Keterangan foto tidak tersedia.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, teks

Beberapa waktu kemudian, akun @SiboruNadagol kembali memberikan permintaan maafnya melalui video siaran langsung, Kamis (28/3/2019). 

Permintaan maafnya itu turut disampaikan salah satu warganet berakun @Peringatanwar. 

 

"Permintaan Maaf Yang diduga pemilik Akun Facebook "Siboru Nadangol" kepada suku Nias atas postingannya di Facebook tentang Orang Nias.

Permintaan maaf ini di Sampaikan melalui live streaming. Yukk tonton videonya.

Boleh Di share Asal yang bersifat Damai, sopan dan tidak Memancing Suasana terkait Unsur Unsur tertentu.

Penutup.
saya mengajak semua Talifuso (Saudara/i) Terutama kita Anak Nias, Marilah kita Tunjukkan Keramah tamahan kita orang Nias dimanapun berada.
Marilah kita berdamai saling memaafkan.
Atas pengertiannya saya ucapkan Terimakasih.

Salam Ono Niha Fefu.
YA'AHOWU.

marsiseatan halak batak bahenonmu, terutama akka nadi parjalangan, amang tahe bagian, setabo ma saonari iba tu halak Nias, alai alani pangalahomon, gabe renggang ma tali persaudaraan d Bahen ho tu dongan Nias, mandapotton pe nga maila be holan alani ho..."tanggapan akun @SiraJa TeGa TeGa. 

Dua Pelaku Ditangkap Polisi dan Dihadiahi Timah Panas

Dua orang buronan kasus pembunuhan seorang pendeta muda di Sungai Baung, berhasil diamankan oleh Tim gabungan polres OKI dan Polda Sumatera Selatan.

Kedua tersangka diamankan dan dibawa dari Desa Air Sugihan, Palembang, Kamis (28/3/2019).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres OKI, AKBP Doni Eka Saputra dalam keterangannya, Kamis (28/3/2019).

"Iya benar dua tersangka sudah diamankan sejak kemarin (Rabu). Jumat (29/3/2019) akan dipaparkan oleh Kapolda langsung," jelasnya.

Anjing pelacak dari Polda Sumsel diturunkan ke  areal PT PSM Divisi 3 blok F19 dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI yang merupakan TKP pembunuhan seorang calon pendeta inisial MZ, Rabu (27/3/2019).

Anjing pelacak dari Polda Sumsel diturunkan ke areal PT PSM Divisi 3 blok F19 dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI yang merupakan TKP pembunuhan seorang calon pendeta inisial MZ, Rabu (27/3/2019).(HANDOUT/POLRES OKI)

Penangkapan itu setelah penyidik mendapatkan keterangan dari saksi yang merupakan masyarakat sekitar.

Dari sana petugas bergerak dan langsung bergerak menangkap kedua pelaku.

"Sempat tidak mengaku, tapi masyarakat melihat pelaku ada di sana (lokasi kejadian)," ujar dia.

Sementara Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, pemeriksaan awal motif pembunuhan MZ diduga karena asmara sehingga pelaku menyimpan kebencian kepada korban.

"Mereka sama-sama satu wilayah (Kabupaten OKI).

Diduga ada motif asmara,"kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi saat dikonfirmasi, Kamis (28/3/2019).

Namun, Supriadi belum bisa memberikan keterangan jelas motif asmara yang dimaksud karena masih dalam tahap pengembangan.

"Lebih lengkapnya Jumat (29/3/2019), karena akan dirilis," ujarnya.

Sementara, dari informasi yang dihimpun kedua pelaku berinisial Hen dan Nang.

Diketahui kedua pelaku adalah buruh di perkebunan sawit.

"Iya alhamdulilah belum sampai 48 jam tim dari Polda Sumsel, dan Polres OKI serta Polsek setempat sudah bisa menangkap pelaku dengan inisial Hen dan Nang. Besok akan di release setelah bukti tersangka merapat ke Polda," ujar Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara secara singkat saat dikonfirmasi.

Foto-foto dan Identitas Pelaku Tersebar Luas di Media Sosial.

Netizen membagikan foto dua pria yang diduga sebagai pelaku pemerkosa dan pembunuh calon pendeta itu. 

Bahkan foto-foto kedua pelaku saat diinterogasi di Polres juga tersebar.

Begitu juga halnya dengan foto kedua pelaku saat tiba di Polda Sumsel.

Kaki kedua pelaku dihadiahi timah panas polisi.

Sementara di akun fb sahabat kristen indonesia, identitas kedua pelaku dipapar.

Nama pelaku : 
1. Nama : Hendri
Umur : 22 THN
Agama : Islam
Pekerjaan : pemanen sawit

2. Nama : Anang
Umur : 25+_
Agama :Islam
Pekerjaan: pemanen sawit

BB yg di simpan pelaku di belakang rumah
1. celana dan pakaian korban
2. topeng pelaku yg di pakai Dpt di belakang rumah
Pelaku tinggal di Divisi 4 sama dgn korban.

Foto saat diinterogasi petugas di wilkum Polres OKI:

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Foto setelah didor petugas saat dibawa ke Polda Sumsel:

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Foto: Istimewa

Sebelumnya, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memastikan jika kasus pembunuhan MZ (24) yang merupakan calon pendeta menjadi atensi pihak kepolisian untuk menangkap para pelaku.

Menurut Zulkarnain, para pelaku telah melakukan aksi sangat kejam dengan tega memperkosa serta membunuh MZ tanpa ampun di areal perkebunan sawit.

"Pelaku sangat kejam, saya pastikan sikat pelakunya, saya komitmen. Sekarang masih dalam penyelidikan dan pengembangan," kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara di Palembang, Rabu (27/3/2019), yang dikutip dari Kompas.com.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, penyidik saat ini masih terus mengumpulkan bukti serta keterangan para saksi untuk mengungkap kasus tersebut.

Meski telah melakukan olah TKP lanjutan dilokasi kejadian, mereka belum bisa menyimpulkan motif pembunuhan tersebut.

"Motif, belum bisa diketahui, memang laporannya handphone korban hilang tapi masih kami selidiki, doakan saja. Kami bekerja secara full, ada masanya kasus gampang diungkap ada masa susah sekali, kalau didoakan mudah-mudahan gampang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, MZ dibunuh oleh dua orang diduga pelaku ketika baru pulang dari pasar Jeti, Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). 

Korban sebelumnya berbelanja kebutuhan sehari-hari  bersama seorang muridnya inisial NP (9) pada Senin (25/3/2019) sore kemarin.

Namun kedua korban tak kunjung pulang hingga malam hari. 

Jemaat Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) pun dikejutkan ketika NP pulang dalam kondisi ketakukan. Gadis kecil itu mengaku jika mereka telah diculik oleh dua orang.

MZ pun ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana serta tangan dan kaki terikat.

Pembunuhan pendeta cantik bernama Melinda Zidemi ini pun sontak menggegerkan warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Nahas pendeta Melinda Zidemi menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan di sebuah perkebunan sawit di Areal PT PSM Divisi 3 Blok F 19 Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI, Selasa (26/3/2019).

Dikutip dari TribunNews
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah