Cari

Mantan Dirut PD Agromadear Simalungun Diduga Terima Upeti Rp 250 Juta

Posted 12-01-2015 12:46  » Team Tobatabo

RAYA - Mantan Dirut PD Agromadear, Benny Purba, dikabarkan menerima upeti sebesar Rp 250 juta dari pengusaha bernama Apin yang mengelola lahan 200 hektare di Nagori Purbasari, Kecamatan Tapiandolok, Simalungun, yang merupakan bekas lahan yang pernah digunakan PD Agromadear semasa masih beroperasi.

Ketua LSM Aliansi Gerakan Anti Korupsi (Agresi) Siantar-Simalungun Sukoso Winarto mengatakan, Benny patut periksa terkait sewa-menyewa lahan tersebut. Sebab, ada indikasi dimana pengusaha yang mengelola lahan tersebut juga telah melewati masa sewanya. Lahan tersebut sendiri sejatinya milik Pemkab Simalungun yang direncanakan akan dijadikan kawasan industri. Hanya saja, hingga kini belum ada investor yang berminat.

"Itu sampai tanggal 12 November itu berakhir kontraknya CV Saroha itu. Tapi sampai saat ini itu masih digunakan oleh masyarakat. Malah ada yang baru menanam itu. Seharusnya gak boleh itu," kata Sukoso, Minggu (11/1/2014).

Benny sendiri telah dilaporkan ke polisi  dengan surat laporan nomor 6738/LP.SOS/P/LSM-Agresi/Simal/2014 oleh LSM Agresi, karena tak dapat membuat laporan pertanggungjawaban keuangan PD Agromadear tahun 2013.

"Kita menduga Benny dan bupati ini. Penanggungjawab anggaran, kan, bupati. Kita sangat menduga ada konspirasi antara mereka. Apalagi Benny Purba juga dulu mantan tim suksesnya bupati," katanya.

Menurut Sukoso, Benny Purba tidak layak lagi diberikan jabatan.

"Ini jadi pertanyaan besar. Sudahlah gak bisa membuat laporan pertanggungjawaban keuangannya, beberapa aset negara dikontrakkannya, masih dikasih jabatan pula. Sementara Agromadear di masa kepemimpinan dia ditargetkan Rp 31 M, ternyata hanya terealisasi Rp 19 miliar. Harusnya dia udah gak layak jadi Dirut PDAM," ujarnya.

Sukoso mengingatkan bupati untuk tak semena-mena menggunakan aset negara untuk kepentingan pribadinya.

"Saya mengimbau bupati untuk hati-hati. Ini aset negara. Jangan sembarangan mengontrakkan. Ingat, dia hanya 5 tahun. Jangan dipikirnya kekuasaan itu 100 tahun. Aset negara itu untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

Hal senada juga dikatakan Plt Dirut PD Agromadear Zannas Malau.

"Yang paling tahu itu Benny Purba. Itu buang badan aja itu," ujar Zannas.

Menurut Zannas, Benny Purba adalah sosok yang perlu diburu terkait lahan tersebut.

"Dia yang mengontrakkan sama si Apin. Dia dapat Rp 250 juta itu dari situ. Selama si Apin mengontrak. Si Benny-lah lacak. Dia apa aja dipegangnya hancur. Ini pun karyawan PDAM bulan ini gajinya gak terbayar lagi ini. Dia yang tahu persis itu," katanya.

Seperti diketahui, lahan 200 hektare tersebut dulu merupakan milik PT Good Year (sekarang PT Bridgestone). Oleh mantan Bupati John Hugo, lahan tersebut berhasil dilobi hingga menjadi milik Pemkab Simalungun.

"Itu peruntukkannya untuk kawasan industri Simalungun itu. Tapi ada yang mau investasi di situ. Itu pernah dikelola oleh PD Agromadear tahun 2012, dikontrakkan sama si Apin tahun 2012 bulan November selama dua tahun," kata Zannas.

Sementara itu, Benny Purba saat dihubungi melalui seluler, tak mengatakan sepatah katapun. Ia mengangkat telepon wartawan, tetapi langsung memutuskan panggilan di detik kedua. Sedangkan SMS yang dilayangkan Tribun kepadanya tak dibalas.

Adapun sejak tak lagi beroperasi, PD Agromadear Simalungun belum juga dibubarkan secara resmi. Bupati Simalungun pada Mei 2014 lalu hanya menyebut secara lisan bahwa perusahaan daerah tersebut tak lagi beroperasi karena tak mampu memberikan kontribusi PAD.

Aset lahan tersebut pun hingga kini bisa dipergunakan oleh pengusaha dan masyarakat dengan bebas.

Anggota DPRD Simalungun Binton Tindaon pernah berjanji akan menelusuri kasus sewa-menyewa lahan tersebut. Namun, ketika ditanya sejauh mana penelusurannya, ia mengaku belum bertindak.

"Belum (diperiksa)," katanya, tanpa penjelasan panjang lebar.

Dijelaskan bahwa Benny Purba dikabarkan menerima Rp 250 juta dari penyewaan lahan tersebut, Binton juga tetap menanggapi datar.

"Wah, kalau gitu nantilah kita telusuri itu. Nanti kita tengok," katanya, menyudahi. 

 

Sumber

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah