Cari

Segera Beredar, Buku Tarombo Edisi II Berisi Nama-nama Keturunan Termasuk Sejarah Tokoh Panggabean

Posted 08-07-2017 11:49  » Team Tobatabo
Foto Caption: AUDIENSI: Ny DR GM Panggabean R br Hutagalung (Pemimpin Umum SIB) menerima audiensi Panitia Munas Forum Komunikasi Pomparan Si Raja Panggabean dan Panitia Penerbitan Buku Tarombo Panggabean, Minggu (2/7) di Jalan Iskandar Muda, Medan. Panitia dipimpin Ketua Umum Drs Tahan M Panggabean didampingi Sekretaris Drs Jhon Heart Panggabean, Ny Panggabean br Tampubolon, Prof Dr Himpun Panggabean MS, Nancy

Forum Komunikasi dan Sinergi Pomparan Si Raja Panggabean Indonesia (FKS-Porapi) sedunia akan melaksanakan Munas II 4-6 Agustus di kota wisata Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir. Forum ini dibentuk saat pesta syukuran Pomparan Si Raja Panggabean 23 Juni 2013 di Tarutung dan terpilih Sahala Panggabean MBA sebagai ketua. Forum ini bertujuan mensinergikan potensi, cita-cita dan harapan pomparan Si Raja Panggabean di berbagai daerah. Hal itu disampaikan Ketua Panitia Munas Drs Tahan M Panggabean MM ketika beraudiensi ke kediaman Ny DR GM Panggabean selaku Penasehat FKS-Porapi di Jalan Iskandar Muda Medan, Minggu (2/7).

Keberadaan FKS-Porapi ini, kata dia, adalah amanah almarhum DR GM Panggabean (pendiri Harian SIB). Generasi sekarang meneruskannya agar pomparan ini semakin besar. Pada Munas itu akan membicarakan program Porapi dan pemilihan pengurus baru. 

Sejumlah tokoh Panggabean masuk menjadi penasehat panitia seperti Ir GM Chandra Panggabean, Poltak Panggabean SH, dr Titus Panggabean, DR Tumpak Hatorangan Panggabean, Pdt DR JR Hutauruk, DR Ing Hotma Panggabean, Bupati Sergai Ir H Soekirman, Ojak Simorangkir, Ir Juliski Simorangkir MSi, Ir Agus Simorangkir, DR Mauliate Simorangkir dan lainnya.

Tema Munas ini, kata Tahan adalah Tampak na do tajom na, Rim ni tahi do gogo na (membangun solidaritas atau saling menolong).

"Sistem kegotong-royongan ini bisa dibuat dalam bentuk Koperasi untuk kesejahteraan anggota Pomparan Si Raja Panggabean. Seperti Koperasi yang dibuat Sahala Panggabean Trigabe Jaya. Jika puluhan ribu pomparan Si Raja Panggabean jadi anggota koperasi, maka sejahteralah anggotanya," ucapnya.
Ikut mendampingi Tahan Panggabean, Sekretaris Panitia Drs Jhon Heart Panggabean, Ny Panggabean br Tampubolon, Prof Dr Himpun Panggabean MS, Nancy Panggabean, Reynold Panggabean dan Talenta Banjarnahor.

Prof Himpun Panggabean mengatakan, forum ini adalah bagian dari perkumpulan Panggabean  dohot boruna yang tujuannya untuk maju dan saling menjalin komunikasi. Dikatakannya, pengaruh globalisasi terhadap adat dan budaya sangat besar, kalau tidak dijaga budaya akan punah. Peran orang Batak, khususnya Panggabean di negara ini sangat besar, agar orang Batak jangan jadi penonton di bona pasogitnya sendiri maka harus ikut mengambil peranan dalam pembangunan khususnya dalam otoritas kawasan Danau Toba.

"Kita harus tetap mengedepankan adat dan budaya Batak, Panggabean harus turut memajukannya. Kita contohkan daerah wisata lainnya seperti Bali, Lombok. Budaya dan agama mereka tidak tergusur oleh globalisasi, tetap mereka pertahankan, bahkan lewat budaya dan wisata sejalan membangun daerah itu menjadi maju, itulah harus kita contoh," paparnya.

Kepada Ny DR GM Panggabean juga dijelaskan tentang tarombo pomparan Si Raja Panggabean edisi II yang sudah selesai 95 persen, tinggal penyempurnaan dan dijilid. Edisi kedua sudah direncanakan sejak tahun 1980, sedangkan edisi I sudah beredar sejak tahun 1960. Setelah 57 tahun, buku tarombo ini harus diperbaharui karena keturunan Panggabean terus berkembang sampai beberapa keturunan dan nama mereka harus dicatat di buku tarombo. Nama-nama Pomparan Si Raja Panggabean dohot boruna sedunia sudah terdata panitia sebanyak 20.000 orang.

"Setelah 57 tahun keturunan ini makin berkembang sehingga diberi kesempatan menerbitkan tarombo baru. Ini bukti kecintaan kita kepada budaya dan jadi pedoman bagaimana hubungan kita satu sama lain dengan nomor keturunan, sehingga kita tahu memanggil opung, bapa tua, bapa uda, abang, kakak, namboru dan amangboru, karena kita bagian dari orang Batak tidak bisa terpisahkan oleh adat," kata Tahan.

Buku ini, lanjut Tahan, akan dicetak biasa dan ada yang lux dalam jumlah banyak. Bagi pengantin baru, agama apapun dia akan diberi buku tarombo itu sebagai kado spesial. Di dalam buku itu sudah tertera namanya, dari keturunan ompu mana dia, apakah Panggabean Lumban Ratus, Simorangkir atau Lumban Siagian dan nomor urut berapa.  

Pada buku ini, nama-nama pomparan Si Raja Panggabean yang  pernah berjasa bagi bangsa dan negara, sejarah singkatnya akan diceritakan pada buku ini.  

Antara lain seperti Jenderal TNI (Purn) Maraden Panggabean, pernah menjabat Pangab, Menko Polkam dan Ketua DPA RI, DR GM Panggabean (mantan Anggota MPR RI dan tokoh nasional), Mr JCT Panggabean (pakar hukum), Prof Apul Panggabean (tokoh akademisi),  Kamaruddin Panggabean (tokoh sepakbola nasional), Olo Panggabean (pengusaha), DR JK Panggabean (konglomerat pertama orang Batak/opung dari artis Tika Panggabean), Poltak Panggabean (mantan Bupati Dairi), Sahat Panggabean (mantan Wali Kota Sibolga) dan lainnya," ucapnya.

Edisi I tahun 1960, buku tarombo ini dikerjakan Gr Boas Panggabean (ayahanda dari Dr Ing Hotma Panggabean) setebal 164 halaman, ukuran 21 x 34. 

Sedangkan buku edisi II dicetak setebal 400 halaman yang dikerjakan DR Goods F Panggabean ST MT yang baru meraih gelar doktor dari Jepang.

Tujuan menulis sejarah singkat para tokoh Panggabean ini agar para generasi muda tahu siapa saja para tokoh ini sampai ke generasi berikutnya sekaligus memotivasi generasi muda Panggabean untuk berkarya dan  bangga bahwa leluhurnya pernah menjadi orang yang diperhitungkan di tanah air. "Sehingga keteladanan para tokoh akan dicontoh para anak-anak muda Panggabean dan terus diingat sampai generasi seterusnya. Membuat buku tarombo ini dilakukan berkat  semangat gotong royong, semangat ini akan terus dibangun sehingga akan muncul tokoh-tokoh baru dari generasi muda,"  terangnya.

Almarhum DR GM Panggabean kata dia merupakan tokoh nasional, pernah jadi wali kota Sibolga. GM juga mendirikan Koran SIB dan Universitas Sisingamangaraja XII sehingga ribuan anak bangsa sudah dicerdaskan lewat perguruan tinggi ini. "Di perkumpulan marga Panggabean, Pak GM menjadi teladan. Dialah yang menghimpun Panggabean, dia adalah guru kami, khususnya guru saya, beliau mampu memberi semangat kepada semua orang. Setiap kata-katanya memberi semangat sehingga kami pun bersemangat untuk berkarya. Makanya, sebelum pelaksanaan Munas, terlebih dahulu kami akan melakukan ziarah ke makam almarhum DR GM Panggabean di Taman Memorial GM Panggabean," ungkapnya.

Mendengar penjelasan itu, Ny DR GM panggabean R br Hutagalung menyatakan dukungan terhadap rencana Munas dan penerbitan buku tarombo edisi II. Dia berharap semuanya harus bersatu agar kegiatan ini bisa berjalan sukses. "Tapi di atas itu kita harus berdoa kepada Tuhan, karena apapun yang kita rencanakan hanya Tuhan yang bisa menentukan, tapi bagi Tuhan tidak ada yang sulit kalau kita berserah kepadaNya," tutur Ibu GM.

Dikutip dari HarianSIB
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah