Cari

Terungkap Fakta-fakta Meninggalnya Dela Silalahi dari Diskotik New Zone

Posted 04-09-2018 10:54  » Team Tobatabo
Foto Caption: Disoktik New Zone di Jalan Wajir Medan, Sumatera Utara. Foto Dera semasa hidupnya dan foto bawah saat razia

Seorang perempuan diduga overdosis di tempat hiburan malam Diskotik New Zone Jalan Wajir, Medan, Sumatera Utara.

Ia telah meninggal dunia saat dibawa ke Rumah Sakit Advent Jalan Gatot Subroto, Medan.

loading...

Perempuan tersebut diketahui bernama Dinar Dela Silalahi (30). 

dinar dela silalahi

Dia merupakan warga Desa Bahal Batu, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). 

Wanita yang tercatat berstatus ibu rumah tangga itu masuk ke tempat hiburan malam New Zone pada Kamis (30/8) sekitar pukul pukul 00.15 WIB.

Ditemani seorang pria

Dinar Dela ditemani seorang pria bernama Richie Frans Boy Nababan (27), warga Jalan Sanif, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Taput.

Dinar meninggal diduga karena overdosis.

dinar dela silalahi

"Penyebab kematian korban memang tidak wajar," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Suhardiman, Jumat (31/8/2018).

Berdasarkan keterangan Richie di hadapan petugas, selain merasa kedinginan, Dinar juga mengaku tubuhnya sakit. Seketika, tubuh wanita itu lunglai.

Ia kemudian tak sadarkan diri di ruang karaoke.

loading...

Lantaran panik, Richie Frans Boy Nababan (27) kemudian meminta tolong pada pelayan kafe.

Dari Mulut Dinar, keluar buih berwarna putih.

Karena kondisinya semakin melemah, Richie membawanya  ke Rumah Sakit Advent Medan.

Namun nahas, setibanya di rumah sakit, Dinar meninggal dunia.

Pesan bir dan minuman bersoda

Pengakuan Richie Frans Boy Nababan, ia datang bersama Dinar ke tempat hiburan malam itu sekitar pukul 00.15 WIB.

Mereka pun memesan bir dan minuman soda.

Saat mendengarkan musik disko, pukul 03.00 WIB, Dinar mulai mengeluhkan sakit di tubuhnya.

Ia merasa suhu ruangan begitu menusuk tubuhnya.

"Untuk penyebab pastinya (korban meninggal dunia), ini masih kami selidiki," ujar Iptu Suhardiman.

Informasi lain, Dinar dan Richie dikabarkan sempat menenggak obat-obatan.

Ditanya mengenai hal itu, polisi beralasan belum mau terburu-buru menyimpulkan masalah ini.

"Dari hasil pemeriksaan dokter jaga, korban sudah meninggal dunia (saat di perjalanan)," kata Suhardiman.

Sayangnya, polisi tak menjelaskan lebih detail pemeriksaan terhadap Richie Frans Boy Nababan yang bekerja di salah satu instansi di Tapanuli Utara itu.

Polisi juga tak menjelaskan apakah penyidik sudah melakukan pengecekan urine Richie. Sebab diduga, Richie disinyalir menggunakan obat-obatan terlarang bersama korban setibanya di New Zone.

Karena korban sudah dinyatakan meninggal dunia, jenazahnya sempat dibawa ke RS Bhayangkara Tingkat II Medan.

Kemudian, polisi berkordinasi dengan pihak keluarga korban dan jenazah korban langsung dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Netizen Sampaikan Belasungkawa di Mdia Sosial

Meninggalnya Dinar Dela Silalahi turut disampaikan di media sosial.

Mereka tampak menyampaikan turut belasaungkawa .

dinar dela silalahi

dinar dela silalahi

Satu di antaranya netizen atas nama akun  @Ana Israel Manalu.

"Turut berduka cita kk ku
tidak menyangka kau begitu cepat meninggal khn kami
kau begitu terlalu baik buat ku
tega x kau meninggal khn ku
kita itu masih ingin berbincang tentang kita yg senasip trus...
kk terkejut x aku mendengar kbr mu
baru smlm kau cat aku menanya khn kbr ku,smoga kau tenang di alam sana kk," tulisnya. 

Diduga Sarang Narkoba

Hiburan malam New Zone di Jalan Wajir, Medan memang diduga sudah lama menjadi sarang narkoba.

Dari tahun 2016 hingga 2018, lokasi hiburan malam yang kerap disambangi kalangan remaja ini sudah berulangkali digerebek petugas gabungan.

Tiap kali melakukan razia, petugas pasti mengamankan puluhan pengunjung yang urinenya positif narkoba.

diskotik new zone medan

"Untuk razia, kami tidak mungkin memberi tahu waktunya. Jika diberi tahu, itu bukan razia namanya," kata Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani.

Persitiwa tewasnya pengunjung bernama Dinar Dela Silalahi kembali menguatkan bahwa New Zone memang sarang narkoba. Sayangnya, tidak ada tindakan tegas dari pihak terkait, semisal menutup tempat ini.

"Untuk mengetahui pasti penyebab meninggalnya korban (Dinar), kami masih menunggu hasil dari autopsi," ungkap Revi.

razia diskotik medan

Mantan Kapolsek Medan Barat ini mengatakan, hiburan malam New Zone memang satu dari banyak lokasi yang masuk zona merah.

Selain disinyalir menjadi sarang narkoba, lokasi ini juga kerap menjadi sumber perkelahian.

Bahkan, pada Februari 2016 silam, petugas Polsek Medan Kota yang melakukan penangkapan pengedar narkoba sempat diserang sekelompok pemuda.

Mobil petugas dilempari, dan polisi diadang ketika akan membawa tiga pengedar pil ekstasi.

Mantan Kapolsek Medan Barat ini juga menyatakan pihaknya melakukan razia di tempat hiburan NewZone mengingat banyaknya kejadian yang terjadi di sana.

"Seperti yang terjadi pada Kamis (30/8/2018) dini hari yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di rumah sakit karena habis dari New Zone. Ini satu faktor yang membuat kita ingin melakukan razia,"ujarnya.

New Zone Dirazia

Personel Polsek Medan Kota melakukan razia di tempat hiburan New zone, pada Sabtu (1/9/2018).

Razia ini dilakukan mengingat di wilayah hukum Polrestabes Medan banyak informasi dari masyarakat yang menyatakan banyak peredaran narkoba terutama di tempat hiburan malam.

"Kita melakukan razia di tempat hiburan NewZone karena banyak informasi yang menyatakan kalau di sana banyak terjadi peredaran narkoba. Dan ini juga merupakan perintah dari pak Kapolrestabes Medan," kata Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani, Sabtu (1/9/2018).

Dikatakan Revi, pihaknya melakukan razia di NewZone pada Sabtu (1/9/2018) dinihari sekitar pukul 02.45 WIB.

"Begitu sampai di sana, kita langsung melakukan pemeriksaan, penggeledahan terhadap orang di area parkir, Hall, room karoke dan lobby diskotik," ujar mantan Kapolsek Medan Barat ini.

Saat razia tersebut, kata Revi, pihaknya mengamankan 56 orang yang terdiri dari 25 laki-laki dan 31 wanita di mana mereka semua tidak memiliki tanda pengenal (KTP).

"Di situ kita langsung mengadakan tes urine dan hasilnya 15 dari 56 orang positif menggunakan narkoba berupa pil ekstasi yang diamankan dari salah satu room yang diisi sebanyak 6 orang pengunjung," ujar pria dengan melati satu dipundaknya ini.

Ia mengaku untuk pengunjung yang positif menggunakan narkoba dan yang diduga memiliki barang bukti narkoba seluruhnya dibawa ke Sat Narkoba.

"Sedangkan pengunjung yang tidak memiliki identitas dibawa ke Sat Sabhara Polrestabes Medan,"katanya.

Dikatakan Revi, sekitar pukul 04.00 WIB seluruh pengunjung yang dibawa ke Sabhara langsung dilakukan pendataan.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah