Cari

Menjadikan Adu Perkolong Kolong Warisan Budaya Nusantara

Posted 18-11-2014 11:27  » Team Tobatabo

MEDAN - Sanggar Karo Indonesia, berkunjung ke Redaksi Harian Tribun Medan, Senin (17/11). Pada kunjungan tersebut Sangar Karo Indonesia mendiskusikan kegiatan yang akan mereka selenggarakan pada (30/11/2014) mendatang.

Benson Kaban, Event Organizer Sanggar Karo Indonesia mengatakan kegiatan yang akan dilaksanakan merupakan penampilan Live Show kultural, yang menampilkan kegiatan seni budaya karo.

loading...

"Kegiatan yang akan diselenggarakan ini menampilkan Live show, Adu Perkolong-kolong, yakni seni pertunjukkan dalam konteks kultural.Dulu sempat disebut bermangga-mangga. Tapi sekarang lebih dikenal dengan adu perkolong-kolong," ujarnya.

Acara yang akan digelar dii Wisma Sibayak ini, akan menampilkan beberapa pertunjukan yang menarik. Spesial perform, Sanggar Karo Indonesia akan menampilkan musik instrumental dan tari mejuah-juah, musik instrumental dan tari taneh Karo Simalem serta lagu pop Karo.

"Kita akan tampilkan nyanyian, tarian, pantun serta didikan dan ajakan. Konsep adu perkolong-kolong ini artinya berpasangan, dan lagi ini juga diaransemen baru, tapi tetap dengan nuansa karo. Kenapa di aransemen, agar ini tidak dkatakan plagiat," jelas Benson, Senin (17/11/2014).

Tari mejuah-mejuah, yang juga dikenal dengan tari selamat datang akan ditampilkan dengan sangat khas Karo. Begitu juga tari Simalem, yang menggambarkan keindahan tanah Karo.

Pada perform Sanggar Karo Indonesia ini, akan dikemas dalam bingkas tradisional. Pertunjukan juga menggunakan alat musik tradisional. Ada pun alat musik modern yang membantu, yakni kibot, akan tetapi hanya membantu untuk mengeluarkan digit cultural Karo.

Sementara itu, Andreas Sibayang, Ketua Sanggar Karo Indonesia menjelaskan tarian selamat datang juga merupakan tarian tanda salam, yang tentunya akan sangat menyenangkan untul disaksikan. Kemasan yang disajikan juga berbeda dari yang lain.

"Tari ini, tentu tari yang menyenangkan, diharap orang yang melihat tarian mejuah-juah yang digarap ini, bisa diikuti semua orang. Kita juga mau menggaungkan tarian ini hingga skala nasional," ujarnya.

Saprinah br Kaban, penari yang akan tampil pada Live Show nanti menjelaskan dalam tari taneh Karo Simalem, penari juga akan menjelaskan dan memberikan pemahaman akan arti dan makna pakaian yang mereka gunakan.

"Pada acara nantu kita akan memberikan pemahaman kepada semua yang hadir, arti dan makna pakaian adat yang kita gunakan, serta bagaiamana cara menggunakannya dan lainnya. Semua kita jelaskan, agar pemahaman kita tidak luput dari budaya kita, jadi ada pesan edukasinya juga," jelasnya.

Acara ini rencananya akan dirilis dalam bentuk DVD, agar semua bisa menyaksikan acara tersebut. DVD tersebut akan dibagikan kepada semua orang. Bahkan, Sanggar Karo Indonesia akan membuka ruang belajar, jika ada yang ingin belajar tari Karo, akan diberi wadah belajar di Sanggar Karo Indonesia.

"Kita juga membuka ruang sebesar-besarnya, jika ada yang ingin belajar tari Karo, bisa belajar di Sanggar Karo Indonesia, yang bersekretariatan di Palas Raya no 3 Simalingkar Medan," pungkasnya.

loading...

Acara penampilan Adu Perkolong-kolong diharapkan bisa memberikan pemahaman lebih kepada semua masyarakat. Tidak hanya yang bersuku Karo, tetapi semua etnis yang hadir.

Benson menjelaskan pada tahun 2013 lalu warisan budaya nusantara telah menghak patenkan rumah adat karo dan tahun 2014 Merdem-merdem. Ia pun berkeinginan agar Adu Perkolong-kolong juga bisa menjadi warisan budaya nusantara.

"Nah, tahun 2015 mendatang, kita harap Adu perkolong-kolong ini bisa jadi warisan budaya nusantara. Kita ingin mewujudkan itu, agar semua juga mengerti akan makna yang terdapat pada Adu Perkolong-kolong ini," jelasnya.

Harapannya, semua etnis yang ada di Kota Medan, dapat hadir dan menyaksikan acara yang akan diaelenggarakan ini. "Harapan kita, semua etnis bisa ikut serta. tidak hanya masyarakat Karo, tapi semua etnis bisa hadir. Kita juga ingin membangkitkan semangat budaya di Sumatera Utara," pungkasnya.

Sumber Tribun Medan

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah